BSI Catat Transaksi Digital Rp95,13 Triliun, Tujuh Reksadana Punya Saham BRIS

Abdul Malik • 19 Oct 2021

an image
Ilustrasi pegawai Bank Syariah Indonesia sedang melayani nasabah. (dok. BSI)

Pada perdagangan kemarin, saham BRIS ditutup melonjak 5,63 persen ke level Rp2.250 per saham

Bareksa.com - Mengawali pekan ini, harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI bergerak atraktif dan cukup mencuri perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan Senin (18/10/2021), saham BRIS ditutup melonjak 5,63 persen ke level Rp2.250 per saham.

Selain itu, BRIS juga menempati peringkat ketujuh saham yang paling banyak ditransaksikan di bursa dengan nilai Rp329,98 miliar.

Di sisi lain, investor asing juga sangat dominan dalam memborong saham BRIS dengan catatan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp79,06 miliar. Nilai tersebut menempatkan saham BRIS menjadi saham ketiga yang paling banyak dibeli asing dibandingkan seluruh saham lain di bursa pada perdagangan kemarin.

Meroketnya saham BRIS menyusul kabar teranyar, Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatatkan nilai transaksi kanal digital hingga Juni 2021 sebesar Rp95,13 triliun. Raihan tersebut didorong oleh jumlah pengguna mobile banking BSI yang telah mencapai 2,5 juta pengguna.

BSI pun terus melakukan terobosan melalui berbagai inovasi digital, sebagai bagian dari langkah transformasi digital yang sudah dicanangkan sejak bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik BUMN diresmikan pada 1 Februari 2021.

Terkait digitalisasi, Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan untuk menjaga pertumbuhan ke depan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kapabilitas digital.

Misalnya saja, BSI telah meluncurkan inovasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk membuka rekening secara online (digital onboarding) melalui fitur ‘Know Your Customer-Biometric’ di aplikasi BSI Mobile.

BSI juga berkomitmen untuk menghadirkan fitur-fitur baru lainnya di aplikasi BSI Mobile. Harapannya, layanan BSI Mobile menjadi lebih lengkap dan mendukung berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat di era digitalisasi

Selama masa PPKM, transaksi digital BSI pun mengalami peningkatan yang cukup pesat khususnya pada BSI Mobile. Periode Agustus 2021, transaksi BSI Mobile mencatatkan pertumbuhan sebesar

Reksadana dengan Underlying Asset Saham BRIS

Melihat adanya perkembangan positif dari kinerja operasional BRIS, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham BRIS sebagai underlying asset dalam portofolionya :

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 7 produk reksadana yang tercatat memiliki saham BRIS dalam portofolionya. Jenis produk reksadana tersebut terdiri dari saham dan campuran yang mayoritas berbasis syariah.

Reksadana tersebut di antaranya Cipta Syariah Equity, Mandiri Investa Atraktif Syariah, Prospera BUMN Growth Fund, Shinhan Balance Fund, Shinhan Equity Growth, Simas Syariah Berkembang dan Simas Syariah Unggulan.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(K01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.