BRI Right Issue Terbesar di Asia Tenggara, 68 Reksadana Ini Punya Saham BBRI

Abdul Malik • 27 Sep 2021

an image
Aplikasi BRI mobile yang dibuka melalui ponsel. (Shutterstock)

Rights issue BRI berhasil mendapatkan dana dari publik Rp41 triliun

Bareksa.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan perolehan dana secara penuh Rp96 triliun. Nilai rights issue ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan menjadi yang terbesar kelima di Asia.

Dari rights issue tersebut, pemerintah telah mengeksekusi 16,1 miliar HMETD miliknya pada 13 September 2021 melalui inbreng saham PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) senilai Rp54,77 triliun. Sedangkan, dari publik, BBRI meraih dana Rp41 triliun.

"Pagi ini saya dapat konfirmasi dari bursa, rights issue BRI berhasil mendapatkan dana dari publik Rp41 triliun. Full, jadi oversubs,cribed. Rights issue BRI dilakukan secara penuh Rp96 triliun, ini rights issue terbesar di South East Asia dan 5 besar di Asia," ungkapnya saat Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (27/9/2021) dilansir CNBC Indonesia.

Dana dari hasil rights issue tersebut nantinya akan digunakan perseroan mengembangkan ekosistem ultra mikro untuk mengakselerasi ekonomi kerakyatan. Dalam right issue ini, BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,21 miliar lembar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PMHMETD I.

Menyusul suksesnya aksi right issue tersebut, tercatat saham BBRI melonjak 5,82 persen sepekan terakhir (per 24 September 2021).

Sumber : Bareksa

Pada penutupan perdagangan Jumat saham BBRI ditutup naik 1,33 persen ke level Rp 3.820 per saham. Tercatat investor asing memborong saham BBRI senilai Rp1,9 triliun atau 38,55 persen. Untuk investor domestik tercatat melakukan aksi beli Rp577,1 miliar atau 11,45 persen.

Right Issue merupakan aksi korporasi suatu perusahaan dalam penerbitan saham baru yang memberikan hak bagi pemegang sahamnya untuk membeli saham baru perusahaan tersebut pada harga tertentu. Dalam Undang-Undang Pasar Modal Indonesia, right issue disebut sebagai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Aksi ini hanya bisa dilakukan pada perusahaan yang sebelumnya telah melakukan penjualan saham perdana ke publik (initial public offering /IPO).

Reksadana dengan Portofolio Saham BBRI

Suksesnya right issue BRI dan melesatnya harga saham, kira-kira reksadana apa saja yang memiliki BBRI dalam portofolionya?

Berdasarkan penelusuran Bareksa melaui fund fact sheet (lembar fakta reksadana) per Agustus 2021, saham BRI dikoleksi oleh 68 produk reksadana yang tersedia di Bareksa.

Beberapa perusahaan manajemen investasi (MI) seperti PT Trimegah Asset Management dan PT Schroder Investment Management Indonesia tercatat masing-masing memiliki 6 produk reksadana yang menggenggam saham BBRI dalam portofolionya.

Adapun PT BNP Paribas Asset Management, PT Manulife Aset Manajement Indonesia dan PT Principal Asset Management masing-masing mengoleksi saham BRI dalam portofolio 5 produk reksadananya.

Sisanya ada 1-4 produk reksadana di antaranya produk reksadana kelolaan Avrist Asset Management, Bahana TCW Investment Management, Batavia Prosperindo Aset Manajemen dan lainya yang mengoleksi saham BBRI.

Selengkapnya daftar reksadana dengan portofolio saham BRI per Agustus 2021 sebagaimana tabel berikut :

No
Reksadana Portofolio Saham BBRI
1
Avrist Ada Saham Blue Safir
2
Avrist Equity - Cross Sectoral
3
Reksa Dana Indeks Avrist IDX30
4
Bahana Dana Prima
5
Batavia Dana Likuid
6
Batavia Dana Saham
7
Batavia Dana Saham Optimal
8
BNI-AM Inspiring Equity Fund
9
BNP Paribas Ekuitas
10
BNP Paribas Infrastruktur Plus
11
BNP Paribas Pesona
12
BNP Paribas Spektra
13
Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati
14
Reksa Dana Capital Optimal Equity
15
Cipta Dinamika
16
Rencana Cerdas
17
Danareksa Mawar Konsumer 10
18
Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A
19
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
20
HPAM Ultima Ekuitas 1
21
Jarvis Balanced Fund
22
Reksa Dana Kresna Indeks 45
23
Majoris Saham Alokasi Dinamik Indonesia
24
Mandiri Investa Aktif
25
Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus
26
Manulife Dana Campuran II
27
Manulife Dana Saham Kelas A
28
Manulife Dana Tumbuh Berimbang
29
Manulife Greater Indonesia Fund
30
Manulife Saham Andalan
31
Maybank Dana Ekuitas
32
Mega Asset Greater Infrastructure
33
Mega Asset Maxima
34
MNC Dana Ekuitas
35
MNC Dana Kombinasi Icon
36
Pinnacle Strategic Equity Fund
37
Dana Pratama Ekuitas
38
Pratama Saham
39
Principal Balanced Strategic Plus
40
Principal Index IDX30
41
Principal Indo Domestic Equity Fund
42
Principal Smart Equity Fund
43
Principal Total Return Equity Fund
44
Prospera Balance
45
Prospera Bijak
46
Prospera BUMN Growth Fund
47
RHB Alpha Sector Rotation
48
RHB SRI KEHATI Index Fund
49
Schroder 90 Plus Equity Fund
50
Schroder Dana Istimewa
51
Schroder Dana Prestasi
52
Schroder Dana Prestasi Plus
53
Schroder Dana Terpadu II
54
Schroder Dynamic Balanced Fund
55
Sequis Equity Maxima
56
Shinhan Balance Fund
57
Shinhan Equity Growth
58
Simas Danamas Saham
59
Simas Saham Bertumbuh
60
Simas Saham Unggulan
61
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund
62
TRAM Alpha
63
TRAM Consumption Plus Kelas A
64
TRAM Infrastructure Plus
65
TRIM Kapital
66
TRIM Kapital Plus
67
TRIM Kombinasi 2
68
UOBAM Indeks Bisnis 27​

Sumber : fund fact sheet Agustus 2021

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Bintang Yuliyanto/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.