Indeks Saham Melemah, Reksadana Pasar Uang Bisa Dipilih untuk Diversifikasi

Abdul Malik • 27 Aug 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pasar uang. (Shutterstock)

HPAM Ultima Money Market dan Sucorinvest Money Market Fund mencetak imbalan 3,91 persen dan 3,48 persen YtD

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace finansial dan investasi terintegrasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya (benchmark) periode sebulan terakhir (per 25 Agustus 2021) :

Reksadana Saham

IHSG : -0,79 persen
Indeks Reksadana Saham : -0,57 persen
Prospera Bijak : 3,89 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,77 persen
Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A : -0,45 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,36 persen
Prospera Balance : 1,46 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,7 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : -1,43 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,88 persen
Sucorinvest Bond Fund : 1,66 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,88 persen
Reksa Dana Syariah Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 1,02 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,2 persen
HPAM Ultima Money Market : 0,77 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,13 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,52 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 26 Agustus 2021 turun 0,9 persen ke level 6.058,08. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 26/08/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 6,2 persen pada 26Agustus 2021.

Di tengah melemahnya IHSG, reksadana pasar uang dapat dijadikan pilihan untuk investasi jangka pendek dan diversifikasi portofolio. Reksadana pasar uang berisikan instrumen pasar uang yang terbilang stabil, seperti deposito bank dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun.

Di aplikasi reksadana Bareksa terdapat dua reksadana pasar uang yang mampu mencetak imbal hasil (return) 3,91 dan 3,48 persen sejak awal tahun hingga 26 Agustus 2021 (year to date). Dua reksadana itu ialah HPAM Ultima Money Market dan Sucorinvest Money Market Fund.

Reksadana HPAM Ultima Money Market mencetak return 3,91 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah deposito Bank AMAR, Bank BKE, Bank CAPITAL, Bank J-TRUST, Bank MAYAPADA, Bank MNC, Bank NEO COMMERCE, Bank OK, Bank SAHABAT SAMPOERNA, dan Obligasi Berkelanjutan II Global Mediacom Tahap I Tahun 2020 Seri A (BMTR02ACN1).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Money Market Fund mencetak return 3,48 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Oki Pulp & Paper Mills I Tahun 2021 Seri A (OPPM01A), deposito TD PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, deposito PT BankRakyat IndonesiaAgroniaga Tbk, deposito PT BankVictoria International Tbk, dan deposito PT BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

​***

​​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.