Bareksa Update : Rilis PDB & Kinerja Emiten Kuartal II Topang Indeks Saham, Reksadana Ini Kinclong

Dalam sepekan terakhir, IHSG mencatat kinerja positif dengan kenaikan 2,2 persen ke level 6,204
Abdul Malik • 09 Aug 2021
cover

Seorang warga memotret gedung bertingkat menggunakan gawainya di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (27/1/2020). Rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang lebih baik dari perkiraan menjadi sentimen positif yang membuat IHSG melonjak di pekan pertama Agustus 2021. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww)

Bareksa.com - Dalam sepekan terakhir atau merupakan pekan pertama Agustus 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif dengan kenaikan 2,2 persen ke level 6,204 atau merupakan level tertinggi sejak bulan Maret 2021.

Menurut analisis Bareksa, beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks saham Tanah Air di antaranya rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 atau produk domestik bruto (PDB) yang lebih baik dari perkiraan, perbaikan kinerja keuangan perusahaan publik (emiten) di kuartal II, serta kenaikan harga saham sektor teknologi.

Lonjakan indeks saham kebanggan nasional tersebut turut mendorong penguatan kinerja reksadana saham dan reksadana indeks.

Di sisi lain, rilis data klaim pengangguran Amerika Serikat yang menunjukkan perbaikan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi acuan Pemerintah Negeri Paman Sam hingga ke level 1,3 persen, setelah sebelumnya sempat bergerak di kisaran 1,1 persen.

Penguatan obligasi pemerintah Negara Adidaya tersebut memberikan sentimen negatif dan menekan harga obligasi Indonesia, sehingga mengakibatkan pelemahan terbatas pada kinerja reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi negara ( Surat Berharga Negara/SBN).

Di tengah penguatan indeks saham dan pelemahan pasar SBN, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa menimbang beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap di Bareksa yang memiliki kinerja kinclong berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 6 Agustus 2021)

Reksadana Saham

Syailendra Equity Opportunity Fund : 28,48 persen
Schroder Dana Istimewa : 22,62 persen

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : -2,08 persen
Principal Index IDX30 : -0,01 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 14,58 persen
Schroder Dana Andalan II : 1,14 persen

(Sigma Kinasih/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.