Ini Sebab Industri Pengelolaan Investasi Terus Melesat 5 Tahun Terakhir

Abdul Malik • 07 Jun 2021

an image
Ilustrasi investor memantau perkembangan investasinya di reksadana. (Shutterstock)

Positifnya peningkatan jumlah pelaku industri reksadana tersebut seiring melesatnya jumlah investor pasar modal

Bareksa.com - Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Afifa menyatakan industri pengelolaan investasi di Indonesia dalam 5 tahun terakhir terus tumbuh seiring kebutuhan investor untuk meningkatkan nilai asetnya.

Dalam 5 tahun terakhir (hingga April 2021), perkembangan industri pengelolaan investasi Tanah Air cukup mengesankan. Jumlah perusahaan manajemen investasi (manajer investasi/MI) dari sebelumnya 85 MI kini tumbuh menjadi 98 MI.

Jumlah bank kustodian juga meningkat dari sebelumnya 15 bank menjadi 18 bank kustodian. Senada jumlah agen penjual reksadana yang sebelumnya hanya 46, kini menjadi 69 APERD.

Positifnya peningkatan jumlah pelaku industri reksadana tersebut seiring melesatnya jumlah investor pasar modal. Jumlah investor pasar modal yang pada 5 tahun lalu hanya sekitar 624.000, kini telah meningkat lebih dari 7 kali lipat menjadi 4,84 juta investor pada April 2021.

"Jumlah unit penyertaan reksadana juga melonjak dari sebelumnnya 325 miliar jadi 431 miliar unit penyertaan," ungkap Afifa yang juga merupakan Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) saat jadi pembicara dalam acara webinar "Pengelolaan Dana Pensiun 4.0: Memanfaatkan Fintech, Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas” yang diselenggarakan Bareksa bekerja sama dengan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Rabu (3/6/2021) lalu.

Jumlah dana kelolaan manajer investasi juga terus meningkat. Dalam 10 tahun terakhir, atau sejak 2010 hingga April 2021, dana kelolaan reksadana dari sebelumnya hanya Rp153 triliun, naik lebih dari 3 kali lipat jadi Rp568 triliun.

Sumber : materi Afifa

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dana kelolaan reksadana yang dijual kepada publik tercatat Rp568 triliun, naik 0,37 persen secara bulanan dibandingkan Maret 2021 yang senilai Rp565,9 triliun.

Namun sepanjang tahun berjalan (YtD), kelolaan reksadana April 2021 turun 1 persen dibandingkan Desember yang senilai Rp573,5 triliun. Namun secara tahunan (YoY) melesat 19 persen.

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021

Kelolaan reksadana yang masih menurun secara YtD, senada dengan unit penyertaannya yang juga berkurang 0,99 persen sepanjang tahun berjalan jadi 430,8 miliar unit. Adapun jumlah produk reksadana tercatat meningkat 0,48 persen jadi 2.281 produk.

Secara bulanan, jumlah unit penyertaan reksadana menurun 1 persen. Kondisi ini bisa dimaklumi karena masyarakat biasanya melakukan pencairan reksadana (redemption) untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Dengan begitu, dana kelolaan reksadana yang secara bulanan bertambah, namun unit penyertaan menurun, menandakan kenaikan kelolaan pada April 2021 ditopang oleh meningkatnya nilai aset dalam portofolio reksadana.

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari 9 tipe reksadana yang ada, 6 di antaranya mencatatkan kenaikan AUM, sementara 3 tipe lainnya mengalami penurunan asset under management (AUM) atau dana kelolaan.

Tipe Reksadana

AUM Mar-21 (Rp triliun)

AUM Apr-21 (Rp triliun)

Pertumbuhan (Rp miliar)

Capital Protected Fund

 142.32

 138.49

 (3,825.88)

Equity Fund

 123.71

 127.36

 3,648.37

Exchanged Traded Fund

 14.95

 14.99

 39.58

Fixed Income Fund

 139.13

 140.83

 1,699.00

Global Fund

 16.32

 15.53

 (784.03)

Index Fund

 9.97

 9.39

 (580.20)

Mixed Asset Fund

 25.73

 25.89

 166.99

Money Market Fund

 91.60

 93.35

 1,748.37

Sukuk Based Fund

 2.15

 2.19

 36.50

Total

 565.87

 568.02

 2,148.69

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat reksadana saham tercatat mengalami kenaikan AUM terbesar senilai Rp3,65 triliun jadi Rp127,36 triliun. Kenaikan dana kelolaan tertinggi berikutnya dibukukan reksadana pasar uang yang bertambah Rp1,74 triliun dari sebelumnya Rp91,6 trilun pada Maret jadi Rp93,35 triliun pada April.

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.