Dana Haji Topang Kenaikan Kelolaan Reksadana Syariah

Abdul Malik • 19 Mar 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana syariah dan SBN syariah seperti Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan. (Shutterstock)

Reksadana syariah jadi salah satu penopang kenaikan dana kelolaan Mandiri Investasi

Bareksa.com - Reksadana syariah menorehkan kinerja positif baik dari dana kelolaan maupun jumlah unit penyertaan. Salah satu penopang pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah, adalah masuknya dana haji yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPHJ).

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report February 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana kelolaan reksadana syariah naik 5 persen sepanjang tahun berjalan atau secara year to date/YtD. Sementara itu secara bulanan/MoM, tumbuh 6 persen dan melonjak 34 persen secara tahunan/YoY.

Pada bulan lalu, dana kelolaan reksadana syariah tercatat Rp78,38 triliun. Sebelumnya pada Januari 2021, dana kelolaan reksadana syariah tercatat Rp73,78 triliun dan pada Desember 2020 tercatat Rp74,91 triliun.

Di sisi lain, pada bulan lalu jumlah unit penyertaan reksadana syariah naik 3 persen secara YtD dan MoM. Secara tahunan, naik 24 persen. Pada bulan lalu, jumlah unit penyertaan reksadana syariah 66,20 miliar unit.

Sebelumnya pada Januari 2021, jumlah unit penyertaan reksadana syariah 64,02 miliar unit dan 64,14 miliar unit pada Desember 2020.

Dalam daftar top 20 MI dana kelolaan reksadana syariah terbesar Februari 2021 :

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report February 2021

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif Bahana TCW Investment Management, Soni Wibowo mengatakan salah satu penopang pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah adalah masuknya dana haji.

"BPKH itu sizenya besar, karena itu dia butuh instrumen besar," kata Soni dilansir Bisnis.com.

Menurutnya, sejauh ini institusi masih menjadi penggerak utama untuk segmen syariah meskipun dari segmen ritel juga tetap mencatat pertumbuhan. Hanya saja, dia menilai pertumbuhan dana kelolaan dari produk ritel syariah tidak seagresif produk konvensional.

"Ritel ini cenderung lihatnya return dan volatilitas, membandingkan satu produk dengan produk lain, produk syariah lawan umum (konvensional) padahal kalau mau (bandingkan) syariah dengan syariah," lanjutnya.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi atau Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa secara terpisah menyatakan dana haji turut berkontribusi terhadap pertumbuhan asset under management (AUM) atau dana kelolaan reksadana syariah perseroan.

"Kami juga kerja sama dengan lembaga pengelola dana seperti BPKH dana kelolaannya untuk dikelola dalam reksadana syariah, sekarang ini AUM-nya (dana kelolaan) sudah sekitar Rp2,5 triliun," kata Alvin.

Alvin menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mengembangkan segmen syariah. Alasannya, karena memiliki prospek yang cukup baik dan ada potensi penambahan dana kelolaan di tahun-tahun berikutnya.

Sebagian artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report February 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

***​

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.