Reksadana Saham Dolar Cetak Untung Hingga 34 Persen Setahun

Hanum Kusuma Dewi • 22 Feb 2021

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham dalam dolar. (shutterstock)

Reksadana ini mendapat potensi keuntungan dari pergerakan pasar dan akses kepada saham global

Bareksa.com - Sepanjang setahun terakhir, reksadana saham berdenominasi dolar memiliki imbal hasil cemerlang melampaui indeks saham dan indeks reksadana saham. 

Reksadana saham dengan mata uang dolar memiliki potensi keuntungan dari pergerakan pasar dan akses kepada saham global. Selain itu, untuk investor yang memegang rupiah, potensi keuntungan juga datang dari faktor nilai tukar. 

Menurut data marketplace Bareksa, per 19 Februari 2021, terdapat enam reksadana saham dengan mata uang dolar. Keenam produk ini memberikan imbal hasil (return) 14,59 persen hingga 34,07 persen dalam setahun (hingga 19 Februari 2021). 

Produk reksadana saham dolar tersebut adalah: 

Sebagai catatan, reksadana saham dolar ini tersedia untuk nasabah Bareksa Prioritas. Berikut rincian imbal hasilnya pe 19 Februari 2021.

Tabel Kinerja Reksadana Saham Dolar di Bareksa

Sumber: Bareksa.com

Kinerja reksadana saham dolar ini melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam setahun terakhir justru minus 16 persen. Adapun Indeks Reksadana Saham Bareksa tumbuh 1,51 persen dan Indeks Reksadana Saham Syariah Bareksa naik 4,07 persen setahun terakhir. 

Reksadana global menawarkan peluang keragaman atau diversifikasi portofolio bagi investor Indonesia. Sebab, reksadana ini bisa berinvestasi di berbagai negara dan beragam sektor yang mungkin belum terlalu berkembang di Indonesia. 

Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menjelaskan bahwa reksadana dolar cocok bagi investor yang ingin menyimpan asetnya dalam dolar atau tujuan investasinya dolar. 

"Selain itu, investor yang memiliki rupiah dan mau masuk dolar juga prospeknya menarik, karena tidak hanya menawarkan potensi lindung nilai tukar, tetapi juga pemilihan perusahaan dan sektor yang tepat," ujarnya dalam sebuah webinar pekan lalu. 

Reksadana dolar, lanjut Katarina, bisa dijadikan cara untuk diversifikasi atau meragamkan portofolio. Hal ini tergantung masing-masing nasabah memiliki tujuan investasi apa. 

Contohnya, bila dalam beberapa tahun lagi ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan biaya dalam dolar, investor bisa melakukan diversifikasi dengan menambah alokasi reksadana denominasi dolar. 

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas portofolionya memiliki aset saham sehingga bisa berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpeluang naik tinggi dalam jangka panjang. Reksadana saham disarankan untuk investor agresif dengan tujuan investasi jangka panjang di atas lima tahun.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa, klik di sini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.