Begini Kinerja Kelolaan Reksadana Campuran Januari 2021

Abdul Malik • 15 Feb 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana campuran. (Shutterstock)

Koreksi pertumbuhan dana kelolaan reksadana campuran Januari 2021 tidak sebesar Desember 2020

Bareksa.com - Laporan Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report January 2021 menyebutkan kinerja reksadana campuran pada Januari 2021, baik dari sisi pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) maupun penerbitan unit, kembali mengalami koreksi atau penurunan pertumbuhan secara year to date (YTD).

Tapi, koreksi pertumbuhan dana kelolaan reksadana campuran tidak sebesar di Desember 2020. Dana kelolaan reksadana campuran pada Januari 2021 tercatat Rp26,1 triliun, minus 2,47 persen secara year to date (YtD).

Koreksi dana kelolaan reksadana campuran bulan lalu masih lebih kecil dibandingkan dana kelolaan campuran pada Desember 2020 yang tercatat minus 13 year to date (YtD) atau tercatat Rp26,8 triliun.

Sementara itu kinerja reksadana campuran dari sisi unit penyertaan, menurut Laporan Bareksa: Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report January 2021, tercatat minus 1,16 persen menjadi 20,5 miliar unit (YtD).

Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report January 2021

Reksadana Campuran

Apa itu reksadana campuran? Reksadana campuran adalah investasi yang menanamkan dananya di berbagai macam efek, antara lain saham, obligasi, dan pasar uang (deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun). Karena itu, kalau kita berinvestasi di reksadana campuran, pemasukan kita akan terdiri atas hasil pengelolaan dana di berbagai macam instrumen itu.

Melansir aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi investasi di reksadana campuran harus terbagi-bagi ke saham, obligasi, dan pasar uang. Porsi masing-masing instrumen itu maksimal 79 persen dari nilai aktiva bersih atau nilai dana yang kita investasikan dalam portofolio reksadana campuran tersebut.

Reksadana campuran sering direkomendasikan untuk pemodal atau investor yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah hingga panjang (3 hingga lebih dari 5 tahun).

Jenis reksadana ini menjadi favorit, terutama bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi karena risikonya yang tidak terlalu besar, tetapi imbal hasilnya cukup menjanjikan. Berinvestasi di reksadana campuran, artinya risiko investasi kita akan tersebar. Saat satu porsi instrumen aset menghasilkan kerugian, porsi instrumen aset lain bisa saja memberikan keuntungan yang besar.

Hal itu juga berarti pemasukan dari jenis investasi ini tidak tetap, bergantung pada porsi instrumen yang dipilih manajer investasi. Reksadana campuran merupakan pilihan cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat hingga tinggi, karena bisa memberikan imbal hasil yang cukup menarik dalam jangka pendek hingga menengah dengan risiko sedang.

Tapi penting diingat kembali, untuk kenyamanan berinvestasi pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report January 2021. Untuk berlangganan laporan ini sila hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.