CEO Trimegah AM, Antony Dirga : Peluang Pertumbuhan Reksadana Sangat Besar

Abdul Malik • 10 Feb 2021

an image
Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga. (dok. Trimegah Asset Management)

Pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana terutama akan ditopang investor ritel

Bareksa.com - Potensi pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana Indonesia, masih amat besar. Direktur Utama PT Trimegah Asset Management atau Trimegah AM, Antony Dirga menyampaikan potensi itu antara lain terlihat dari besaran penetrasi dana kelolaan industri reksadana terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dana kelolaan industri reksadana menurut catatan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report December 2020, pada tahun lalu Rp573,5 triliun. Nilai tersebut tumbuh 6 persen sepanjang tahun berjalan (YTD) dan tahunan (YOY), serta 5 persen secara bulanan (MoM). Sebelumnya, pada Desember 2019 dana kelolaan industri reksanana nasional tercatat Rp542,2 triliun.

Sementara itu menurut catatan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report January 2021, dana kelolaan industri reksadana nasional tercatat Rp571,2 triliun tumbuh 6 persen (YoY).

"Penetrasi dana kelolaan terhadap gross domestic product (GDP) 4 persen, masih rendah jadi potensi masih sangat tinggi," kata Antony saat konferensi pers secara virtual, Selasa (9/2/2021).

Penetrasi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai 15 persen hingga 25 persen.

Investor Ritel

Antony menjelaskan potensi pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana terutama berasal dari investor retail. Menurutnya masyarakat yang belum menjadi investor reksadana namun terbiasa menyimpan uangnya di bank dan deposito, menjadi potensi besar bagi industri reksadana.

"Money market menjadi suatu pintu hingga kemudian perlahan bisa ke reksadana lainnya dan bukan tidak mungkin ke reksadana saham," kata Antony.

Potensi pertumbuhan penetrasi dana kelolaan industri reksadana nasional dengan GDP, menurutnya, juga bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah investor reksadana.

Menurut catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor investor reksadana mencapai 3,5 juta orang pada Januari 2021. Angka itu meningkat 10,7 persen, atau bertambah sekitar 340.000 hanya dalam 1 bulan, dibandingkan Desember 2020 yang tercatat 3,16 juta orang.

Antony mengatakan potensi pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana juga didorong adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Banyaknya investor muda yang kelak kan bekerja dan tentunya mendapatkan penghasilan bahkan menjadi kaya, serta Produk Domestik Bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi juga dinilai menjadi pendorong potensi dana kelolaan industri reksadana nasional.

"Harus investasi tapi disesuaikan profil risikonya," ucap Antony berpesan kepada calon investor maupun investor.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.