Indeks Saham Naik, Dua Reksadana Ini Melambung

Abdul Malik • 09 Feb 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

BNP Paribas Solaris dan Schroder Dana Istimewa mencetak imbalan 3,25 persen dan 2 persen sehari

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya (benchmark) periode sebulan terakhir (per 08 Februari 2021) :

​Reksadana Saham

IHSG : -0,78 persen
Indeks Reksadana Saham : -2,3 persen
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 1,21 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,05 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS : 0,01 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,89 persen
STAR Balanced II : 3,48 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,15 persen
Avrist Balanced - Amar Syariah : -1,46 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,03 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,88 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,1 persen
MNC Dana Syariah : 0,52 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

​Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,30 persen
Danamas Rupiah Plus: 0,49 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,28 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,41 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 08 Februari 2021 naik 0,93 persen ke level 6208.87.  Berdasarkan data id.investing.com (diakses 08/02/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,2 persen pada 08 Februari 2021.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di  terdapat dua reksadana saham di marketplace Bareksa yang mampu mencetak imbal hasil (return) 3,25 persen dan 2 persen dalam sehari pada perdagangan 08 Februari 2021Reksadana itu adalah BNP Paribas Solaris dan Schroder Dana Istimewa.

ReksadanaBNP Paribas Solaris mencetak imbal hasil (return) 3,25 persen dalam sehari pada 08 Februari 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), TD Bank Maybank Indonesia Tbk,  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Waskita Karya (Persero) Tbk WSKT), dan PT Timah Tbk (TINS).

Sedangkan Reksadana Schroder Dana Istimewa mencetak imbal hasil (return) 2  persen dalam sehari pada 08 Februari 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Romainah/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.