Vaksin Gratis Dongkrak IHSG Melesat, Reksadana Saham Juara Harian

Abdul Malik • 17 Dec 2020

an image
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) bersama Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto (kanan) dan Kepala Kejati Jabar Ade Adhyaksa (kiri) berjalan keluar gedung seusai menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/12/2020). Ridwan Kamil menjalani uji klinis tahap akhir berupa pemeriksaan darah dalam rangkaian uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 bagi masyarakat Indonesia

Bareksa.com - Bursa saham Tanah Air tampaknya masih sangat bersemangat untuk terus berlari ke zona hijau. Pada perdagangan Rabu (16/12/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,8 persen ke level 6.118,4. Tidak hanya sekadar menguat, IHSG terus mencetak rekor dengan menembus level psikologis 6.100 yang merupakan level tertinggi pasca bursa saham kebanggan Indonesia tersebut diserang virus Covid-19 pada Maret silam.

Alhasil, jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, koreksi IHSG saat ini hanya tinggal menyisakan 2,88 persen year to date (YtD). Jika melihat tren penguatan saat ini, maka peluang IHSG untuk menutup tahun 2020 dengan positif secara full year sangat terbuka lebar. Di sisi lain, aktivitas perdagangan saham di bursa kemarin terlihat sangat ramai di mana nilai transaksinya menyentuh angka Rp22,27 triliun, dengan investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp822,78 miliar di pasar reguler.

Kenaikan IHSG kemarin dimotori oleh sentimen positif, baik dari luar maupun dalam negeri. Dari Amerika Serikat (AS), perbincangan seputar stimulus fiskal jilid II di AS yang sekian lama menemui jalan buntu karena ada perbedaan pendapat antara Demokrat dan Republik kini mulai ada titik terang.

Proposal bipartisan senilai US$908 miliar (Rp12,83 ribu triliun) yang didiskusikan antara Senat dan DPR AS kini dipecah menjadi dua rancangan undang-undang (RUU). RUU pertama mencakup bantuan sosial untuk masyarakat, pendidikan dan pengembangan serta distribusi vaksin Covid-19 senilai US$748 miliar (Rp10,57 ribu triliun).

Sementara RUU yang kedua mencakup aspek yang menjadi perdebatan yaitu bantuan untuk pemerintah daerah dan juga sektor usaha senilai US$160 miliar (Rp2,26 ribu triliun). Mulai adanya titik temu ini menjadi kabar gembira bagi pasar.

Sementara dari dalam negeri, satu sentimen terbaru hadir terkait penangan Covid-19 di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangan pers via Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

"Setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara, saya sampaikan vaksin Covid-19 ke masyarakat gratis," ujarnya.

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan kemarin, turut mendorong kinerja reksadana saham yang memang mengalokasikan sedikitnya 80 persen portofolionya ke dalam aset berupa ekuitas tersebut.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak mencatatkan kenaikan masing-masing 1,63 persen dan 1,46 persen, sedikit di bawah IHSG yang naik 1,8 persen.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan reksadana yang tersedia di Bareksa, top 10 imbal hasil (return) pada perdagangan kemarinseluruhnya ditempati oleh produk reksadana saham dengan kenaikan yang terbilang fantastis.

Sumber: Bareksa

Kenaikan yang dicatatkan 10 produk tersebut dapat dikatakan cukup menggiurkan mengingat semuanya berhasil naik lebih dari 2,5 persen pada perdagangan kemarin.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.