Reksadana Hari Ini : IHSG Menguat, Dua Reksadana Saham Ini Melesat

Abdul Malik • 30 Nov 2020

an image
Ilustrasi investor pria karyawan pekerja kantoran duduk tersenyum sambil membayangkan hasil investasi saham reksadana obligasi surat utang dengan latar belakang grafik dan layar komputer.

BNP Paribas Solaris dan Sucorinvest Sharia Equity Fund mencetak imbal hasil 1,79 persen dan 1,64 pesen sehari

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 27 November 2020) :

Reksadana Saham

IHSG : 12,77 persen
Indeks Reksadana Saham :
12,48 persen
Prospera BUMN Growth Fund
: 20,16 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 12,03 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund
: 19,31 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 7,6 persen
Manulife Dana Campuran II
: 11,83 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 5,93 persen
TRIM Syariah Berimbang :
13,73 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,61 persen
Sucorinvest Bond Fund
: 3,83 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,32 persen
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia
: 2,26 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,3
95 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,3
54 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,09 persen
Sucorinvest Money Market Fund
: 0,53 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,08 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund
: 0,55 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 27 November 2020 naik 0,41 persen ke level 5.783,33. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 27/11/2020 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,2 persen pada 27 November 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,79 persen dan 1,64 persen dalam sehari pada perdagangan 27 November 2020Reksadana itu adalah BNP Paribas Solaris dan Sucorinvest Sharia Equity Fund.

Reksadana BNP Paribas Solaris mencetak imbal hasil (return) 1,79 persen dalam sehari pada 27 November 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT London Sumatra Indonesia Plant Tbk (LSIP) dan PT Timah Tbk (TINS).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Sharia Equity Fund mencetak imbal hasil (return) 1,64 persen dalam sehari pada 27 November 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT BISI International Tbk (BISI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Reynaldi Gumay/AM)
***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.