Reksadana Hari Ini : IHSG Menguat, Dua Reksadana Saham Ini Melonjak

Hanum Kusuma Dewi • 17 Nov 2020

an image
Ilustrasi investasi yang digambarkan dengan pohon yang tumbuh dari uang koin di telapak tangan.

Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Manulife Saham SMC Plus mencetak imbal hasil 2,05 persen dan 1,89 pesen sehari

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 16 November 2020) :

Reksadana Saham

IHSG : 7,67 persen
Indeks Reksadana Saham :
6,67 persen
Sucorinvest Equity Fund
: 12,54 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 5,24 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund
: 12,49 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 4,49 persen
Schroder Dynamic Balanced Fund
: 6,62 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 2,92 persen
TRIM Syariah Berimbang :
7,08 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,43 persen
Sucorinvest Bond Fund
: 3,06 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,17 persen
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia
: 1,78 persen

Reksa Dana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,3
95 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,3
54 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,03 persen
Sucorinvest Money Market Fund
: 0,54 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,15 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund
: 0,55 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 November 2020 naik 0,62 persen ke level 5.494,87.  Berdasarkan data id.investing.com (diakses 16/11/2020 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat pada level 6,3 persen, pada 16 November 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,05 persen dan 1,89 persen dalam sehari pada perdagangan 16 November 2020Reksadana itu adalah Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Manulife Saham SMC Plus.

Reksadana Sucorinvest Sharia Equity Fund mencetak imbal hasil (return) 2,05 persen dalam sehari pada 16 November 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT BISI International Tbk (BISI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).

Sedangkan reksadana Manulife Saham SMC Plus mencetak imbal hasil (return) 1,89 persen dalam sehari pada 16 November 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Vale indonesia Tbk (INCO).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Reynaldi Gumay/hm)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.