Syailendra Capital : Memetik Keuntungan di IHSG dari Penguatan Harga Emas

Bareksa • 14 Aug 2020

an image
Pegawai PT Syailendra Capital sedang melayani nasabah. (Bareksa/AM)

Syailendra menyarankan investor bisa mempertimbangkan reksadana dengan portofolio saham pertambangan, utamanya emas

Bareksa.com - Dalam hasil risetnya berjudul Market Insight "Gold Rush" PT Syailendra Capital yang dipublikasi 10/8/2020 memaparkan harga emas melesat di angka US$2.063 per ons troi atau melesat 36 persen secara year to date (per 6/8/2020). Peningkatan ini merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak 2007 yang merupakan periode terakhir terjadinya kontraksi ekonomi secara global.

Penguatan emas ditopang stimulus penurunan suku bunga bank-bank sentral dunia. Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi AS mendekati level 0 persen.

Saham-saham perusahaan yang memiliki pertambangan emas di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan signifikan. Hal ini seiring dengan kenaikan laba perusahaan-perusahaan tersebut dari hasil penjualan emas.

Syailendra memandang harga emas akhir-akhir ini terutama disebabkan oleh kebijakan stimulus global yang mendorong suku bunga ke level rendah. Emas sebagai instrumen investasi tidak memberikan imbal hasil, namun terlindung dari erosi nilai akibat inflasi dalam jangka pendek.

"Karena itu, kami melihat adanya peluang bagi investor untuk berinvestasi pada reksadana yang memiliki eksposure pada sektor pertambangan, terutama sektor pertambangan emas," ungkap Syailendra Capital. 

Reksadana Syailendra

Syailendra Equity Opportunity Fund (SEOF) merupakan produk reksadana kelolaan Syailendra Capital yang mengutamakan pengindeksan dengan penekanan optimalisasi antara saham big dan mid cap (berkapitalisasi besar dan menengah).

Syailendra menyatakan saat ini SEOF memiliki bobot pada sketor pertambangan lebih dari 5,4 persen pada IHSG.

Sumber : Syailendra



Sumber : Bareksa

Kinerja Sektor Pertambangan Meningkat

saham-saham sektor pertambangan mencatatkan kinerja melonjak 11,9 persen sepanjang Juli. Kinerja positif ini utamanya didorong oleh peningkatan harga emas pada periode yang sama mencapai 9,9 persen. Sektor agrikultur juga meningkat 12,5 persen memimpin peningkatan seiring dengan meningkatnya harga minyak sawit mentah (CPO).

Saham Pertambangan Emas

Perusahaan yang memiliki eksposur terhadap bisnis pertambangan emas mengalami peningkatan harga saham pada Juli. Pengingkatan harga bervariasi seiring dengan eksposur bisnis setiap perusahaan terhadap bisnis pertambangan emas.

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.