Reksadana Hari Ini : IHSG Menguat, Imbal Hasil Reksadana Pasar Uang Ini Melesat

Bareksa • 12 Aug 2020

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara yang digambarkan dengan uang koin receh di dalam beberapa toples wadah kaca dengan tanaman pohon hijau bertumbuh

Reksa Dana Mega Dana Kas dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund mencetak return 4,24 persen & 4,21 persen YtD

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 11 Agustus 2020) :

Reksadana Saham

IHSG : 3,16 persen
Indeks Reksadana Saham : 3,05 persen
BNP Paribas Solaris : 8,97 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 2 persen
Simas Syariah Unggulan : 6,11 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,92 persen
Simas Satu Prima : 5,2 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,58  persen
TRIM Syariah Berimbang : 5,32 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 1,72 persen
BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 : 3,83 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,42 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 2,06 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : -0,11 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,55 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,2 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,58 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 11 Agustus 2020 naik 0,63 persen ke level 5.190,17. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 11/08/2020 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,8 persen pada 11 Agustus 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG,  di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pasar uang yang mampu mencetak imbal hasil (return) 4,24 persen dan 4,21 persen sejak awal tahun hingga 11 Agustus 2020 (year to date). Dua reksadana itu ialah  Reksa Dana Mega Dana Kas dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund. Reksadana pasar uang berisikan instrumen pasar uang yang terbilang stabil, seperti deposito bank dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Reksa Dana Mega Dana Kas mencetak return 4,24 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juni 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah Bank Sulselbar, Medco E.BKLJ 3-1A/18, CIMB Niaga SUB2/10, Bank Panin Dubai Syariah, dan Bank Victoria Syariah.

Sedangkan reksadana Sucorinvest Sharia Money Market Fund mencetak return 4,21 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah Sukuk Aneka Gas Industri Tbk, Sukuk Indosat Tbk, Sukuk Sarana Multi Infrastruktur (Persero), deposito berjangka Bank BJB Syariah dan Bank DKI Syariah.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.