Reksadana Hari Ini : IHSG Bangkit, Return Dua Reksadana Campuran Ini Melesat

Bareksa • 23 Apr 2020

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang negara yang digambarkan dengan tumpukan uang koin uang receh dengan panah ke atas dan pot berisi tanaman.

HPAM Flexi Plus dan TRIM Syariah Berimbang mencetak return 3,26 persen dan 2,36 persen sehari kemarin

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 8,88 persen
Indeks Reksadana Saham : 6,38 persen
Manulife Saham SMC Plus : 19,68 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 6,6 persen
TRIM Syariah Saham : 15,07 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 3,32 persen
HPAM Flexi Plus : 17,88 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 5,05 persen
TRIM Syariah Berimbang : 12,18 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 1,05 persen
BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 : 5,44 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,41 persen
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia : 1,29 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,13 persen
Mega Asset Multicash : 0,65 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,37 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,54 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 22 April 2020 naik 1,46 persen ke level 4.567,56. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 23/04/2020 pukul 06.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 8 persen, pada 22 April 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana campuran yang mampu mencetak imbal hasil (return) 3,26 persen dan 2,36 persen dalam sehari pada perdagangan 22 April 2020. Dua reksadana itu adalah  HPAM Flexi Plus dan TRIM Syariah Berimbang.

Reksadana HPAM Flexi Plus  mencetak imbal hasil (return) 3,26 persen dalam sehari pada 22 April 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Maret 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah Vale Indonesia Tbk (INCO), Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), AKR Corporindo Tbk (AKRA), Barito Pacific Tbk (BRPT), dan Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Sedangkan reksadana TRIM Syariah Berimbang mencetak imbal hasil (return) 2,36 persen dalam sehari pada 22 April 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Maret 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL), Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Indosat Tbk (ISAT), Kalbe Farma Tbk (KLBF), SBSN RI Seri PBS002 (PBS002), Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan United Tractors Tbk (UNTR).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

(AM)

***

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana