Reksadana Hari Ini : IHSG Menguat, Reksadana Pendapatan Tetap Melesat

Bareksa • 30 Mar 2020

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang menguntungkan dengan menabung uang koin recehan yang tumbuh menjadi tanaman pohon

Pinnacle Indonesia Bond Fund dan Manulife Obligasi Unggulan Kelas A mencetak return positif dalam sehari kemarin

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : -17,89 persen
Indeks Reksadana Saham : -16,49 persen
Sucorinvest Maxi Fund : -9,89 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -12,96 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : -11,68 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksa Dana Campuran : -10,37 persen
Schroder Dana Kombinasi : -0,37 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -8,18 persen
Cipta Syariah Balance : -5,91 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -4,14 persen
Schroder Dana Andalan II : -0,15 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -4,32 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : -2,66 persen

Reksa Dana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,15 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,56 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,27 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,48 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 27 Maret 2020 naik 4,76 persen ke level 4.545,57.  Berdasarkan data id.investing.com (diakses 30/03/2020 pukul 06.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat pada level 8 persen, pada 27 Maret 2020.

Seiring dengan kenaikan IHSG, reksadana pendapatan tetap dapat dijadikan pilihan untuk berinvestasi. Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,34 persen dan 1,28 persen dalam sehari pada perdagangan 27 Maret 2020. Dua reksadana itu adalah Pinnacle Indonesia Bond Fund dan Manulife Obligasi Unggulan Kelas A yang mayoritas portofolionya adalah obligasi negara.

Reksadana Pinnacle Indonesia Bond Fund mencetak imbal hasil (return) 1,34 persen dalam sehari pada 27 Maret 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Negara RI Seri FR0056 (FR0056), Obligasi Negara RI Seri FR0064 (FR0064), Obligasi Negara Seri FR0070 (FR0070), Obligasi Negara Seri FR0071 (FR0071), dan obligasi Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0073 (FR0073).

Sedangkan Reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A mencetak imbal hasil (return) 1,28 persen dalam sehari pada 27 Maret 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah obligasi BBRIIJ 6.65% 02/21/23, obligasi INDOIS 5.9% 03/10/21, obligasi INDORI 5.85% 10/15/20, obligasi INDORI 8 1/4% 10/15/21, dan obligasi PLNIJ 8.7% 11/03/32.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana