Reksadana Hari Ini : IHSG Longsor, Return Reksadana Pendapatan Tetap Stabil

Bareksa • 19 Mar 2020

an image
Ilustrasi menabung investasi reksadana saham obligasi surat berharga sukuk yang digambarkan dengan tumpukan uang koin dan jam weker

Syailendra Pendapatan Tetap Premium & Principal Total Return Bond Fund mencetak return 1,96 persen dan 1,5 YtD 2020

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : -26,44 persen
Indeks Reksadana Saham : -23,27 persen
Sucorinvest Maxi Fund : -16,04 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -19,53 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : -22,44 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -13,67 persen
Schroder Dana Kombinasi : -0,7 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -11,74 persen
Cipta Syariah Balance : -7,61 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -3,04 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,55 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -2,83 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : -0,96 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : -0,03 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,58 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,3 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,48 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 18 Maret 2020 turun 2,83 persen ke level 4.330,67.  Berdasarkan data id.investing.com (diakses 19/03/2020 pukul 06.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat pada level 7,6 persen, pada 18 Maret 2020.

Di tengah melemahnya IHSG, reksadana pendapatan tetap dapat dijadikan pilihan untuk berinvestasi. Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,96 persen dan 1,5 persen dari sejak awal tahun hingga 18 Maret 2020 (year to date). Dua reksadana itu adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Principal Total Return Bond Fund yang mayoritas portofolionya adalah obligasi negara.

Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencetak imbal hasil (return) 1,96 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah deposito BBNI_KOTA_MMA, deposito DOC-BBKP, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap I Tahun 2017 Seri A (SIBMTR01ACN1), Obligasi Berkelanjutan I Antam Tahap I Tahun 2011 Seri B (ANTM01BCN1), dan  deposito DOC-BNMKUN.

Sedangkan reksadana Principal Total Return Bond Fund mencetak imbal hasil (return) 1,5 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah PT Bank Exim Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indosat Tbk (ISAT), Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap V 2017 Seri C (ADMF03CCN5), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.