Reksadana Hari Ini : IHSG Bangkit, Return Dua Reksadana Saham Ini Bangkit

Bareksa • 17 Dec 2019

an image
Ilustrasi seorang anak berkebun menanam menyiram merawat bunga tanaman yang menggambarkan investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara berkembang bertumbuh memberikan keuntungan

Dua reksadana itu adalah Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 1,36  persen
Indeks Reksadana Saham : -1,01 persen
Simas Danamas Saham : 3,29 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -3,31 persen
TRIM Syariah Saham : 2,99 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,02 persen
HPAM Flexi Plus : 5,73 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,73 persen
TRIM Syariah Berimbang : 2,53 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,38 persen
Schroder Income Fund : 1,61 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,56 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : 0,03 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,19 persen
Mega Asset Multicash : 0,67 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : -0,27 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,51 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 Desember 2019 naik 0,23 persen ke level 6.211,59.  Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp 189 miliar. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 17/12/2019 pukul 06.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat pada level 7,3 persen, pada 16 Desember 2019.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 16 Desember 2019, yaitu Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund.

Reksadana Sucorinvest Equity Fund mencetak imbal hasil 1,12 persen dalam sehari pada 16 Desember 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode November 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham Aneka Tambang Tbk (ANTM), Astra International Tbk (ASII), Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Maxi Fund mencetak imbal hasil 0,96 persen dalam sehari pada 16 Desember 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode November 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), BISI International Tbk (BISI), Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), dan KMI Wire & Cable Tbk (KBLI).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.