Lima MI Juara AUM Reksadana Pasar Uang pada Oktober 2019, Siapa Naik Tertinggi?

Bareksa • 11 Nov 2019

an image
Petugas menata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/6). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/2016

Reksadana pasar uang mencatat pertumbuhan AUM tertinggi atau mencapai 57,43 persen pada Oktober 2019

Bareksa.com – Pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana tumbuh baik pada Oktober 2019. Mengacu laporan Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report October 2019, AUM industri reksadana naik 9,06 persen menjadi Rp553,2 triliun pada Oktober 2019 dari posisi akhir tahun 2018 yang sebesar Rp507,3 triliun.

Jumlah produk reksadana naik 7,3 persen menjadi 2.189 produk dari 2.040 per akhir 2018. Namun jumlah produk itu sedikit menurun jika dibandingkan posisi September 2019 sebanyak 2.190 produk.

Sementara itu, jumlah unit reksadana naik lebih tinggi atau mencapai 13,14 persen menjadi 423 juta unit dari posisi akhir 2018 yang sebanyak 373,9 juta unit.

Secara rinci, pertumbuhan AUM reksadana didorong reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang menjadi jenis reksadana yang memiliki pertumbuhan AUM tertinggi atau mencapai 57,43 persen dari Rp45,6 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp71,7 triliun pada Oktober 2019. Secara bulanan dana kelolaan reksadana pasar uang naik 13 persen.

Siapa saja manajer investasi yang jadi juara dana kelolaan reksadana pasar terbanyak pada oktober 2019? Ini ulasannya.

Top 5 MI Juara Dana Kelolaan Reksadana Pasar Uang (Oktober 2019)


Sumber : Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report October 2019

Data OJK yang diolah Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report October 2019 menyatakan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menempati posisi pertama sebagai jawara MI dana kelolaan reksadana pasar uang terbanyak.

Mandiri Investasi mencatat AUM reksadana pasar uang Rp8,89 triliun pada Oktober 2019. Secara bulanan AUM reksadana pasar uang MMI melonjak 22 persen, secara year to date meroket 43 persen dan year on year tumbuh 20 persen. MMI meraih pangsa pasar 12 persen.

Posisi kedua ditempati PT Bahana TCW Investment Management dengan AUM Rp6,74 triliun dengan pangsa 9 persen. Dana kelolaan reksadana pasar uang Bahana TCW secara bulanan naik 2 persen, year to date meroket 23 persen dan year on year 27 persen.

Posisi ketiga hingga kelima masing-masing ditempati PT Eastspring Investment Indonesia, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan PT Sucorinvest Asset Management.

Eastpring mencatat dana kelolaan reksadana pasar uang Rp6,37 triliun pada Oktober 2019 dengan share 9 persen. Nilai tersebut naik 9 persen dibandingkan September 2019, atau naik 8 persen sejak awal tahun (year to date), serta melonjak 48 persen secara tahunan (year on year).  

Tidak berbeda, Manulife juga membukukan lonjakan dana kelolaan reksadana pasar uang hingga 22 persen secara bulanan pada Oktober 2019 menjadi Rp5,11 triliun dengan market share 7 persen.  Secara year to date maupun year on year dana kelolaan reksadana pasar uang Manulife melesat 62 persen.

Terakhir di posisi kelima ditempati Sucor yang mencetak lonjakan dana kelolaan 22 persen secara bulanan menjadi Rp4,64 triliun pada bulan lalu. Dalam daftar top 5, Sucor mencatat lonjakan dana kelolaan reksadana pasar uang tertinggi yakni mencapai 243 persen secara year to date dan 166 persen secara year on year. Perseroan mencetak pangsa pasar 6 persen. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.