Reksadana Hari Ini : IHSG Melemah, Return Dua Reksadana Saham Ini Tetap Melesat

Bareksa • 05 Nov 2019

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang negara yang digambarkan dengan tumpukan uang koin uang receh dengan panah ke atas dan pot berisi tanaman.

Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS dan Shinhan Equity Growth mencetak return positif kemarin

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 1,96  persen
Indeks Reksadana Saham : 0,56  persen
Mega Asset Greater Infrastructure :  4,7 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,73 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS : 6,68 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,1 persen
HPAM Flexi Plus : 2,78 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,43 persen
Cipta Syariah Balance : 2,19 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,22 persen
MRS Bond Kresna : 2,63 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,04 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 1,6 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,37 persen
Capital Money Market Fund : 0,68 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,25 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,56 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 04 November 2019 turun 0,43 persen ke level 6.180,34.  Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp240 miliar. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 04/11/2019 pukul 06.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,1 persen, pada 04 November 2019.

Meskipun IHSG melemah, di marketplace Bareksa terdapat reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 04 November 2019, yaitu Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS dan Shinhan Equity Growth.

Reksadana Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS mencetak imbal hasil (return) 1,06 persen dalam sehari pada 04 November 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham Alibaba Group Holding Ltd, BHP Group Ltd, China Mobile Ltd, Samsung Electronics Co Ltd, dan SK Hynix Inc.

Sedangkan reksadana Shinhan Equity Growth mencetak imbal hasil (return) 0,99 persen dalam sehari pada 04 November 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Sementara itu, reksadana syariah hanya bisa berinvestasi pada efek yang masuk dalam pengelolaan secara syariah.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.