Reksadana Hari Ini : IHSG Melemah, Dua Reksadana Sucorinvest Ini Masih Untung

Bareksa • 23 Sep 2019

an image
Ilustrasi investor karyawan sedang menggunakan laptop dan handphone smartphone gadget untuk transaksi investasi online reksadana saham surat utang negara

Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund mencetak return 18,55 persen dan 14,08 persen YtD 2019

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : -1,02  persen
Indeks Reksadana Saham : -0,88  persen
Shinhan Equity Growth : 5 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,45 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS : 4,16 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksa Dana Campuran : 0,1 persen
Narada Campuran I : 2,30 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,07 persen
Avrist Balanced - Amar Syariah : 1,4 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,58 persen
Prospera Obligasi Plus : 1,29 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,47 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : 0,82 persen

Reksa Dana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,54 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,63 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,22 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,57 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 20 September 2019 turun 0,21 persen ke level 6.231,47.  Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp833 miliar. Benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,2 persen, pada 20 September 2019.

Meskipun IHSG mengalami penurunan, di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak positif. Bahkan, bila dilihat sejak awal tahun sampai dengan 20 September 2019 (year to date), keduanya mencetak return 18,55 persen dan 14,08 persen. Dua reksadana itu adalah Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund.

Reksadana Sucorinvest Sharia Equity Fund mencetak return 18,55 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), dan PT Samindo Resources Tbk (MYOH).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Maxi Fund mencetak return 14,08 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), dan PT Samindo Resources Tbk (MYOH).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Sementara itu, reksadana syariah hanya bisa berinvestasi pada efek yang masuk dalam pengelolaan secara syariah.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.