IHSG Konsolidasi, Dua Reksadana Campuran Ini Untung di Atas 11 Persen YtD

Bareksa • 10 Sep 2019

an image
Ilustrasi menabung investasi reksadana saham obligasi surat berharga sukuk yang digambarkan dengan tumpukan uang koin dan jam weker

Instrumen investasi reksadana campuran dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi

Bareksa.com - Mengakhiri pekan pertama di bulan September 2019, kinerja pasar saham Indonesia terlihat kurang memuaskan di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 0,31 persen secara mingguan ke level 6.308,95 pada penutupan perdagangan Jumat (06/09/2019).

Pada awal pekan, koreksi IHSG begitu dalam karena adanya sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS) vs China sudah dimulai. Per 1 September, AS mengenakan bea masuk 15 persen bagi importasi produk China senilai US$125 miliar, di antara berlaku bagi pengeras suara (speaker), headphone, sampai pakaian.

Hal tersebut membuat aset-aset berisiko seperti saham, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia, ramai-ramai dilepas oleh investor. Akibatnya IHSG terkoreksi dalam.

Di tengah kondisi bursa saham domestik yang mengalami tren konsolidasi, kinerja reksadana campuran justru terlihat lebih baik dibandingkan dengan kinerja IHSG. Indeks reksadana campuran naik 4 persen (YtD), di saat IHSG hanya bertumbuh 1,85 persen (YtD).

Secara umum, reksadana campuran ialah jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dikombinasikan dengan obligasi.

Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

Di marketplace investasi Bareksa, saat ini terdapat 37 produk reksadana campuran yang bisa dibeli. Secara year to date (per 6 September 2019), sebanyak 28 produk reksadana campuran memberikan return positif.

Top 5 Reksadana Campuran Return Tertinggi (YtD per 6 September 2019)


Sumber : Bareksa.com

Reksadana milik Trimegah dan Henan Putihrai Asset Management menjadi dua reksadana campuran terbaik year to date yang tersedia di Bareksa saat ini. Keduanya mampu memberi imbal hasil di atas 11 persen.

Adanya penurunan suku bunga diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan laba emiten antara lain dari efek biaya bunga yang lebih rendah setelah pemangkasan suku bunga. Kemudian, dengan suku bunga turun, yield (imbal hasil) surat utang negara akan turun, berarti harganya akan naik.

Tentu hal ini bisa menguntungkan investor yang memegang obligasi atau surat utang, termasuk reksadana. Sebab, sebagian komposisi reksadana campuran tidak hanya berisi saham, melainkan adanya kombinasi dengan surat utang atau obligasi.

Perlu diingat, reksadana campuran memiliki risiko yang moderat dengan potensi keuntungan yang juga moderat, sehingga cocok untuk investasi jangka menengah. Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.