Lima Reksadana Saham Ini Catat Kinerja Terbaik Pekan Terakhir Agustus 2019

Bareksa • 02 Sep 2019

an image
Ilustrasi investor wanita muda cantik duduk di depan laptop gadget tersenyum tertawa gembira senang happy bahagia mendapat keuntungan dari hasil investasi reksadana saham obligasi sukuk surat utang surat berharga negara pemerintah korporasi

Kelima produk yang mencatatkan keuntungan tertinggi itu berjenis reksadana saham syariah

Bareksa.com - Mengakhiri pekan terakhir di bulan Agustus 2019, kinerja pasar saham Indonesia terlihat cukup positif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil terapresasi 1,16 persen secara mingguan ke level 6.328,47 pada penutupan perdagangan Jumat (30/08/2019).

Sepanjang perdagangan pekan lalu, hanya satu hari saja IHSG merasakan pahitnya zona merah, dan sisanya selama 4 hari beruntun selalu berhasil finish di zona hijau.

Mayoritas bursa saham Asia mencatatkan penguatan seiring dengan kembali munculnya harapan damai dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Terlebih lagi Negeri Tirai Bambu menunjukkan niatnya untuk menyelesaikan sengketa dagang dengan AS dan menentang ekskalasi lebih lanjut.

"Kami dengan tegas menolak ekskalasi perang dagang dan bersedia untuk bernegosiasi dan berkolaborasi untuk meneyelesaikan masalah ini dengan sikap yang tenang," ujar Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan China, dikutip dari CNBC International.

Gao Feng juga menyatakan saat ini tim dari kedua negara sedang membahas pertemuan tatap muka dalam waktu dekat.

"Sejauh yang saya tahu, delegasi kedua negara terus melakukan komunikasi yang efektif. Kami berharap AS menunjukkan ketulusan dan aksi konkret," kata Gao, seperti diwartakan Reuters.

Pernyataan itu diamini oleh Presiden AS Donald Trump. Sang presiden ke-45 Negeri Adidaya mengungkapkan AS-China terus menjalin kontak.

"Bahkan ada pembicaraan yang terjadwal untuk hari ini. Namun untuk level yang berbeda," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio, seperti diberitakan Reuters.

Asa damai dagang yang kembali muncul, memantik risk appetite investor untuk kembali berinvestasi di aset-aset beresiko, seperti pasar saham di negara berkembang.

Di tengah kondisi bursa saham domestik yang bergerak positif, hal tersebut turut mendorong kinerja reksadana saham meskipun relatif masih d bawah kinerja IHSG,di mana indeks reksadana saham menguat 0,41 persen, dan indeks reksadana saham syariah naik 0,8 persen dalam periode yang sama.

Perbandingan Return NAV Indeks Reksadana Saham dan Syariah (23 - 30 Agustus 2019)


Sumber: Bareksa

Namun di tengah kondisi indeks reksadana saham yang menguat terbatas tersebut, tercatat masih ada beberapa produk reksadana saham yang dijual Bareksa yang mampu membukukan kinerja positif sepanjang pekan lalu dengan kenaikan cukup tinggi, jauh mengungguli kinerja ketiga tolok ukur (benchmark) tersebut. Berikut ulasannya :

1. Avrist Equity - Amar Syariah

Reksadana saham yang menjadi juara sepanjang pekan lalu diraih oleh Avrist Equity - Amar Syariah dengan kenaikan 3,22 persen.

Kinerja NAB Avrist Equity - Amar Syariah (23 - 30 Agustus 2019)


Sumber: Bareksa

Avrist Equity - Amar Syariah bertujuan untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang, dengan titik berat investasi pada efek bersifat ekuitas yang ditawarkan melalui penawaran umum di Indonesia dengan berpedoman pada prinsip-prinsip syariah.

Produk yang dikelola oleh PT Avrist Asset Management ini, hingga Juli 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp10,98 miliar.

Avrist Equity - Amar Syariah dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp500.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 23 Oktober 2013 ini bekerja sama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank.

2. Batavia Dana Saham Syariah

Reksadana saham terbaik nomor dua pekan lalu diraih oleh Batavia Dana Saham Syariah dengan kenaikan 2,4 persen.

Kinerja NAB Batavia Dana Saham Syariah (23 - 30 Agustus 2019)


Sumber: Bareksa

Batavia Dana Saham Syariah bertujuan untuk mendapatkan kenaikan modal dalam jangka panjang dengan berinvestasi pada saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang merupakan bagian dari Daftar Efek Syariah.

Produk yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen ini, hingga Juli 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp139,05 miliar.

Batavia Dana Saham Syariah dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 19 Juli 2007 ini bekerja sama dengan bank kustodian Deutsche Bank AG.

3. TRIM Syariah Saham

Reksadana saham terbaik nomor tiga pekan lalu diraih oleh TRIM Syariah Saham dengan kenaikan 2,24 persen.

Kinerja NAB TRIM Syariah Saham (23 - 30 Agustus 2019)

Sumber: Bareksa

TRIM Syariah Saham bertujuan untuk mempertahankan investasi awal dan memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang optimal dalam jangka panjang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal melalui investasi dalam efek syariah yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK dan/atau pihak lain yang diakui oleh BAPEPAM dan LK.

Produk yang dikelola oleh PT Trimegah Asset Management ini, hingga Juli 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp77,43 miliar.

TRIM Syariah Saham dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 27 Desember 2006 ini bekerja sama dengan bank kustodian Deutsche Bank AG.

4. Syailendra Sharia Equity Fund

Reksadana saham terbaik nomor empat pekan lalu diraih oleh Syailendra Sharia Equity Funddengan kenaikan 2,13 persen.

Kinerja NAB Syailendra Sharia Equity Fund (23 - 30 Agustus 2019)

Sumber: Bareksa

Syailendra Sharia Equity Fund bertujuan untuk memberikan hasil investasi yang optimum melalui investasi pada efek syariah bersifat ekuitas serta dapat berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau deposito syariah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Produk yang dikelola oleh PT Syailendra Capital ini, hingga Juli 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp5,83 miliar.

Syailendra Sharia Equity Fund dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp50.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 27 Desember 2013 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank CIMB Niaga Tbk.

5. BNP Paribas Pesona Syariah

Reksadana saham terbaik nomor lima pekan lalu diraih oleh BNP Paribas Pesona Syariah dengan kenaikan 1,98 persen.

Kinerja NAB BNP Paribas Pesona Syariah (23 - 30 Agustus 2019)

Sumber: Bareksa

BNP Paribas Pesona Syariah bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang menarik dalam jangka panjang melalui mayoritas investasi pada efek syariah bersifat ekuitas.

Produk yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management ini, hingga Juli 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp804,84 miliar.

BNP Paribas Pesona Syariah dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 7 Mei 2007 ini bekerja sama dengan bank kustodian The Hongkong And Shanghai Banking Corporation.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.