Reksadana Hari Ini : IHSG Melemah, Return Dua Reksadana Saham Ini Tetap Melesat

Bareksa • 14 Jun 2019

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang negara menguntungkan yang digambarkan dengan tumpukan koin dan figur orang mainan seperti investor pebisnis pengusaha

Aurora Dana Ekuitas dan Simas Syariah Unggulan mencetak return 1,69 persen dan 0,74 persen dalam sehari

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 2,24  persen
Indeks Reksadana Saham : 3,01  persen
Manulife Saham SMC Plus : 6,47 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 1,6 persen
Pratama Syariah : 6,26 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 2,64 persen
MNC Dana Kombinasi : 6,38 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 2,7 persen
Pratama Syariah Imbang : 5,39 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,97 persen
Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II : 3,77 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 2,77 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 3,38 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,43 persen
Mega Dana Kas : 0,64 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,45 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,65 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 13 Juni 2019 turun 0,05 persen ke level 6.273,08. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp696 miliar. Benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,7 persen pada 13 Juni 2019.

Di tengah melemahnya IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua produk reksadana saham yang masih mampu mencetak keuntungan di tengah pelemahan IHSG.

Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 13 Juni 2019, yaitu Aurora Dana Ekuitas dan Simas Syariah Unggulan.

Reksadana Aurora Dana Ekuitas mencetak imbal hasil (return) 1,69 persen dalam sehari pada 13 Juni 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode April 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR).

Sedangkan reksadana Simas Syariah Unggulan mencetak imbal hasil (return) 0,74 persen dalam sehari pada 13 Juni 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode April 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), dan PT HK Metals Utama Tbk (HKMU).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.