Reksadana Hari Ini : IHSG Naik Tipis, Dua Reksadana Campuran Ini Untung

Bareksa • 21 Mar 2019

an image
Ilustrasi menabung uang koin dan investasi reksadana untuk membeli rumah

Setiabudi Dana Campuran dan HPAM Flexi Plus mencetak return 7,53 persen dan 6,31 persen YtD 2019

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham­­­

IHSG : -0,46 persen
Indeks Reksadana Saham : 0,33 persen
Avrist Equity-Cross Sectoral : 4,72 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,01 persen
Simas Syariah Unggulan : 1,75 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 0,47 persen
Kresna Flexima : 1,37 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,53 persen
Simas Syariah Berkembang : 0,01 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 1,2 persen
Victoria Obligasi Negara : 2,28 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,23 persen
Bahana Mes Syariah Fund : 1,6 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,34 persen
Cipta Dana Cash : 0,58 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,15 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,5 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 20 Maret 2019 naik 0,04 persen ke level 6.482.71.  Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp82 miliar. Benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,7 persen, pada 20 Maret 2019.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana campuran yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif, yaitu Setiabudi Dana Campuran dan HPAM Flexi Plus. Reksadana tersebut mampu mencetak return 7,53 persen dan 6,31 persen sejak awal tahun sampai dengan 20 Maret 2019 (year to date).

Reksadana Setiabudi Dana Campuran mencetak return 7,53 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah campuran saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Maybank Indonesia Finance, dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan reksadana HPAM Flexi Plus mencetak return 6,31 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah campuran saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.