Reksadana Hari Ini : IHSG Naik Tipis, Return Dua Reksadana Saham Ini Melesat

Bareksa • 15 Feb 2019

an image
Ilustrasi investasi menabung reksadana saham obligasi surat utang dilambangkan dengan tumpukan koin dan koin dalam toples yang tumbuh menjadi tanaman berdaun.

HPAM Ultima Ekuitas 1 dan TRAM Infrastructure Plus mencetak return positif pada perdagangan 14 Februari 2019

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 1,32 persen
Indeks Reksadana Saham : 0,13  persen
Avrist Equity – Cross Sectoral : 8,9 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,00 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS : 7,86 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksa Dana Campuran : 0,92 persen
HPAM Flexi Plus : 7,74 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,47 persen
Simas Syariah Berkembang : 2,57 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 1,03 persen
Syailendra Fixed Income Fund : 1,63 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,2 persen
Manulife Syariah Sukuk Indonesia : 1,13 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,42 persen
Manulife Dana Kas II : 0,58 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,35 persen
Bahana Likuid Syariah : 0,5 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 14 Februari 2019 naik 0,01 persen ke level 6.420,02.  Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp963 miliar. Benchmark obligasi pemerintah naik di level 7,9 persen, pada 14 Februari 2019.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 14 Februari 2019, yaitu HPAM Ultima Ekuitas 1 dan TRAM Infrastructure Plus.

Reksadana HPAM Ultima Ekuitas 1 mencetak return 1,15 persen dalam sehari pada 14 Februari 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Sedangkan reksadana TRAM Infrastructure Plus mencetak return 1,14 persen dalam sehari pada 14 Februari 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Timah Tbk (TINS).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.