“Sobat Missqueen” Mau Ngevlog Pake Kamera Mahal Tapi Tak Ada Uang? Ini Solusinya

Bareksa • 18 Jan 2019

an image
Ilustrasi wanita sedang melihat dompet kosong, miskin, sedih, apes, boros, akibat belanja terlalu banyak tanpa perencanaan pengaturan keuangan.

Kita bisa beli kamera Canon G7X Mark II yang dibanderol sekitar Rp10 juta dengan investasi reksadana

Bareksa.comVlog (video blog) semakin populer dan menjadi tren kekinian di kalangan anak muda dari berbagai negara. Di Indonesia, “demam vlog” masih melanda orang awam hingga selebritis tanah air seperti Raditya Dika, Ernest Prakasa hingga anak Presiden RI yakni Kaesang Pangarep. Bahkan orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo pun turut melakukan hal serupa.

Kamu juga mau nyoba ngevlog pake kamera tapi enggak bisa beli karena harganya mahal? Mungkin bukan kameranya yang terlalu mahal tapi kita terlalu "misqueen” (miskin) jadi tidak memiliki anggaran lebih yang bisa kita gunakan untuk membeli barang tersebut.

Jangan khawatir, sobat missqueen, kita masih punya harapan untuk bisa menjadi seorang vlogger yang sukses. Selain harus selalu update tren terkini, kita  juga wajib memiliki kamera terbaik yang mendukung tujuan Kita.

Kamera yang paling populer dan paling banyak digunakan oleh para vlogger yakni Canon Powershot G7X Mark II. Hal ini dikarenakan kamera ini telah memiliki layar yang fleksibel untuk diputar 180 derajat, dan berbagai keunggulan lainnya.

Bahkan seorang penulis, komedian, sutradara sekaligus aktor seperti Raditya Dika pun menggunakan Canon G7X seri pertama dalam setiap vlog parodi pribadinya. Saat ini, Canon G7X seri pertama tersebut telah disempurnakan dengan hadirnya Canon G7X Mark II dengan daya tahan baterai yang lebih lama serta keunggulan lebih lainnya. 

Berdasarkan informasi yang didapat dari situs Lazada, harga kamera Canon G7X Mark II ini dibanderol sekitar Rp10 juta. Jika penghasilan yang kita miliki hanya sekitar Rp 3 juta setiap bulannya, maka diperlukan usaha ekstra untuk bisa mengumpulkan uang tersebut. Belum lagi banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi selalu menunggu setiap bulannya. 

Namun, sebenarnya tidak sesulit itu untuk mengumpulkan uang Rp10 juta. Kita bisa mengelola keuangan dengan hanya menyisihkan 10 persen saja dari penghasilan kita Rp3 juta tersebut, yakni Rp300 ribu setiap bulannya untuk ditabung, atau hanya Rp10 ribu per hari.

Maka, dalam waktu 2,5 tahun, kita sudah berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp9 juta. Namun, kalau hanya menabung di bank atau celengan, uang itu masih belum bisa langsung membeli kamera yang banyak diincar para vlogger tersebut.

Ada cara yang bisa lebih cepat mewujudkan impian kita. Caranya, menabunglah di produk investasi reksadana campuran.

Kok bisa? Coba kita simulasikan menggunakan salah satu reksadana campuran yang tersedia di marketplace investasi Bareksa, yaitu Shinhan Balance Fund.

Dengan menggunakan Simulator Reksa Dana Bareksa, misalkan sejak 2,5 tahun lalu kita sudah mulai berinvestasi di reksadana Shinhan Balance Fund sebesar Rp300 ribu per bulan dengan cara autodebet, seperti yang tampak pada tabel di bawah.

Hasilnya, uang pokok yang jika kita kumpulkan selama 2,5 tahun itu sekitar Rp 9 juta. Tidak sampai di situ, uang yang diinvestasikan dalam reksadana campuran masih bisa tumbuh menjadi Rp11,47 juta lebih atau tumbuh sekitar 27,4  persen hanya dalam kurun waktu 2,5 tahun.

Sementara, jika hanya ditempatkan di bank dengan asumsi bunga 2 persen, hanya akan bertumbuh menjadi Rp9,3 juta. Ini juga belum dipotong pajak atas bunga dan biaya administrasi bank. Jadi, hasilnya jauh lebih kecil dibandingkan menabung di reksadana.

Nah, dengan uang hasil menabung di reksadana ini, kita bisa langsung membeli kamera yang banyak diincar para vlogger tersebut, bahkan masih ada sisanya.

Mengapa keuntungannya bisa besar?

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana campuran adalah salah satu alternatif investasi yang dapat memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi dari bunga tabungan biasa karena reksadana ini menempatkan dana investasi pada saham, obligasi (surat utang) pemerintah dan swasta, serta sebagian kecil deposito. Risikonya cukup tinggi karena mengikuti fluktuasi dari harga asetnya.

Investasi pada reksadana campuran disarankan hanya untuk investor agresif, yakni investor yang dapat menerima risiko tinggi, terutama risiko fluktuasi NAB (nilai aset bersih) per unit reksadana saham. Investasi reksadana campuran menguntungkan apabila dilakukan dalam jangka menengah hingga panjang (sekitar tiga hingga lima tahun).

Sebelum berinvestasi, ketahuilah dulu tujuan keuangan dan profil risiko untuk mendapatkan kenyamanan dalam memilih produk dan hasil yang maksimal. (hm)

**

Ingin berinvestasi reksadana di Bareksa?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di komunitas Bareksa Fund AcademyGRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.