Reksadana Hari Ini : IHSG Melemah, Dua Reksadana Saham Manulife Tetap Melesat

Bareksa • 15 Jan 2019

an image
Ilustrasi investasi reksa dana, saham, obligasi, surat utang negara secara online yang terlihat di layar komputer

Manulife Greater Indonesia Fund dan Manulife Saham SMC Plus mencetak return 7,71 persen dan 6,46 persen YtD 2019

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 2,7 persen
Indeks Reksadana Saham : 2,23  persen
Manulife Greater Indonesia Fund : 6,86 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 1,77 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 4,04 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksa Dana Campuran : 1,66 persen
Cipta Dinamika : 7,27 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,82 persen
Cipta Syariah Balanced : 3,45 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,62 persen
Cipta Bond : 0,95 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,72 persen
Majoris Sukuk Negara Indonesia : 0,86 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,71 persen
Lancar Victoria Merkurius : 0,64 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,35 persen
Bahana Likuid Syariah : 0,55 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 14 Januari 2019 turun 0,4 persen ke level 6.336,12.  Meski begitu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp496 miliar. Benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,9 persen, pada 14 Januari 2019.

Di tengah melemahnya IHSG, produk reksadana saham yang terdapat di marketplace masih mampu mencetak keuntungan.

Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak return 7,71 persen dan 6,46 persen sejak awal tahun sampai dengan 14 Januari 2019 (year to date). Dua reksadana itu adalah Manulife Greater Indonesia Fund dan Manulife Saham SMC Plus.

Reksadana Manulife Greater Indonesia Fund mencetak return 7,71 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Desember 2018, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  (BBRI), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Sedangkan reksadana Manulife Saham SMC Plus mencetak return 6,46 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Desember 2018, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk  (SMGR), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.