Resolusi 2019 Nabung Rp500.000 per Bulan, Bisa Jadi Apa dalam 5 Tahun?

Bareksa • 04 Jan 2019

an image
Ilustrasi investor pria dan wanita muda duduk saling membelakangi sedang memikirkan masalah keuangan

Jangan sampai hidup kita hanya untuk membayar utang, tetapi harus memiliki simpanan uang dari investasi reksadana

Bareksa.com- Mumpung masih awal tahun, kita pasti ingin kondisi keuangan kita membaik. Karena tidak sedikit orang kerap kali mengalami defisit pada pendapatannya. Jika sudah begitu, berutang pun menjadi solusi yang dianggap terbaik untuk menutupi kekurangan tersebut.

Berutang sebenarnya sah-sah saja dilakukan apabila kita memiliki kesanggupan dan tanggung jawab untuk membayar utang. Akan tetapi, kalau kita tidak mampu membayar, hal ini bisa menjadi masalah.

Jangan sampai masalah utang ini membuat kita mengalami kasus seperti Fransisca Paisal, yang sempat viral di media sosial twitter. Hal ini lantaran ia bergaya seperti sosialita dan hobi traveling dengan menggunakan uang pinjaman dari sejumlah temannya. Diduga mangkir, alhasil sejumlah temannya pun menagih utang lewat sosial media untuk mempermalukannya. 

Kasus seperti ini, sepatutnya kita jadikan sebuah pembelajaran agar bergaya hidup sesuai dengan budget atau pendapatan yang dimiliki dan tidak perlu memaksakan diri hingga berutang. Dalam perencanaan keuangan, maksimal proporsi yang ideal untuk pos utang ini sebesar 30 persen dari penghasilan setiap bulan. Jika lebih dari itu, keadaan keuangan kita bisa goyah dan kita pun akan mengalami masalah keuangan. 

Apabila keuangan sudah goyah karena utang, pastinya anggaran untuk berinvestasi atau menabung pun tidak ada. Sementara investasi atau menabung ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, membayar DP rumah, atau persiapan dana pensiun. 

Hal ini akan diperparah lagi apabila kita membayar cicilan utang kartu kredit yang bunganya bisa mencapai 2-3 persen sebulan atau sekitar 24-30 persen per tahun. Jika tidak segera dilunasi, utang kartu kredit ini akan terus menggerogoti isi kantong kita karena berlaku suku bunga efektif, yang akan terus terhitung selama kita hanya membayar minimum cicilannya saja.

Ketimbang uang hanya habis untuk membayar cicilan utang atau kartu kredit saja, lebih baik kita investasikan sehingga hasilnya pun bisa tumbuh cukup besar. Misalnya saja bisa kita investasikan selama 60 bulan (5 tahun) pada instrumen investasi reksadana saham yang memiliki potensi keuntungan 20 persen per tahun dalam jangka panjang (minimal 5 tahun). Untuk data selengkapnya, klik tautan berikut.

Misalkan, kita memiliki penghasilan Rp5 juta, jika 10 persennya saja atau sekitar Rp500.000 setiap bulan —yang biasa digunakan untuk membayar cicilan utang— disisihkan maka jumlah yang terkumpul selama 5 tahun sebesar Rp30 juta. Bila dana sebesar itu secara rutin tiap bulan diinvestasikan pada reksa dana, maka berpotensi tumbuh menjadi Rp50,88  juta atau sebesar 69,6 persen. Angka ini berdasarkan perhitungan Kalkulator Investasi Bareksa, seperti yang tampak pada grafik di bawah ini. 

Grafik: Perkiraan Hasil Investasi

Sumber: Bareksa.com 

Setelah melihat potensi hasil dari investasi ini, pastinya akan sungguh disayangkan sekali apabila kita hanya menghabiskan uang hanya untuk membayar cicilan utang yang sifatnya konsumtif. Namun, hal ini akan lain jadinya, apabila kita berutang untuk barang-barang produktif, yang dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang. 

Misalnya seperti membeli motor secara tunai, mencicil mobil. Dengan kendaaraan tersebut, kita bisa saja mendapatkan penghasilan tambahan apabila dijadikan transportasi online. Atau dengan adanya kendaraan sendiri, kita bisa lebih menghemat biaya transportasi untuk berangkat kerja.

Oleh karena itu, ada baiknya saat ini, kita mulai membiasakan hidup hemat dan mengatur keuangan secara  bijak. Jangan sampai berutang hanya untuk keperluan konsumtif demi memenuhi tuntutan gaya hidup yang tidak ada ujungnya. 

Tentunya, Anda tidak ingin seumur hidup hanya membayar cicilan utang atau kartu kredit saja, bukan? Yuk mulai berinvestasi. (hm)

*

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.