Anda Investor Agresif? 5 Reksadana Ini Bisa Jadi Pilihan

Bareksa • 30 Nov 2018

an image
Ilustrasi investor reksadana saham obligasi

Kelima reksadana ini mampu memberikan keuntungan di atas IHSG dan Indeks Reksadana Saham

Bareksa.com – Di tengah fluktuasi pasar, ada sebagian investor yang menahan diri untuk melakukan investasi pada aset keuangan karena risiko menjadi tinggi. Namun, bagi sebagian investor yang memiliki orientasi jangka panjang dan bisa menerima risiko fluktuasi tersebut, kondisi ini justru tidak mengurangi minatnya untuk tetap berinvestasi pada aset keuangan.

Investor yang berani mengambil risiko ini (risk taker) biasanya memiliki profil risiko tinggi. Artinya, investor ini mampu menanggung risiko nilai investasinya tergerus atau bahkan hilang, demi mendapatkan potensi keuntungan yang tinggi.

Bagi investor yang juga biasa disebut bertipe agresif ini, jenis reksadana saham merupakan produk investasi yang cocok. Sebab, reksadana saham memiliki fluktuasi tinggi sehingga berisiko tinggi tetapi berpotensi memberi untung besar dalam jangka panjang (high risk high return).

Di industri reksadana saat ini, terdapat reksadana saham yang tersedia. Meskipun demikian, para investor agresif tidak perlu bingung untuk mencarinya karena Bareksa sudah membuat kompilasi reksadana unggulan dengan potensi keuntungan (return) tinggi dan kinerja yang baik.

Pada Marketplace Reksadana Bareksa terdapat lima reksadana saham yang tercatat memiliki kinerja cukup baik. Lima produk ini dalam sebulan terakhir mencatatkan return positif, mengalahkan indeks saham sebagai acuan dan mayoritas reksadana sejenisnya.

Bahkan, dalam sebulan terakhir ada yang bisa menghasilkan keuntungan hingga 12,74 persen. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik hanya 5,49 persen dan mayoritas reksadana sejenis yang tercermin dalam indeks reksadana saham hanya naik 4,9 persen dalam sebulan terakhir.

Tabel: Daftar Reksadana Saham dengan Return Tertinggi dalam Sebulan

Sumber: Bareksa.com

Seperti tampak dalam data di atas, reksadana milik Semesta Asset Management yakni Semesta Dana Saham berhasil menempati posisi pertama tertinggi dalam sebulan terakhir pada Marketplace Reksadana Bareksa dengan return 12,74 persen.

Sementara itu, menempati urutan kedua dan ketiga adalah Pratama Saham dan Dana Pratama Ekuitas yang juga termasuk reksadana penghasil return tertinggi periode sebulan. Reksadana kelolaan PT Pratama Capital Asset Manajemen ini tercatat menghasilkan return masing-masing 10,72  persen dan 10,25 persen.

Lalu, reksadana BNI-AM Inspiring Equity Fund dari PT BNI Asset Management dan BNP Paribas Infrastruktur Plus dari PT BNP Paribas Investment Partners Indonesia juga naik 9,23 persen dan 8,93 persen.

Grafik: Perbandingan Return Reksadana Saham dengan IHSG dan Indeks Reksadana Saham 

Sumber: Bareksa.com 

Jika dicermati dalam fund fact sheet per September 2018, reksadana Semesta Dana Saham memiliki alokasi aset terbesar pada lima saham. Di antaranya saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Dalam sebulan terakhir kelima saham ini bergerak menguat dengan kenaikan paling tinggi pada saham INTP 25,53 persen.

Alokasi aset yang cukup besar diiringi kenaikan harga aset yang cukup tinggi, wajar hal ini membuat saham INTP berhasil mendongkrak pertumbuhan return reksadana Semesta Dana Saham menjadi yang tertinggi dalam sebulan tersebut. Harga saham INTP terpantau bergerak naik seiring melonjaknya penjualan produsen semen ini yang tumbuh 7 persen secara tahunan untuk periode Januari 2018 - Oktober 2018.

Seperti diberitakan, volume penjualan semen Indocement menembus 1,9 juta ton. Di sisi lain, disebutkan juga Indocement telah melakukan renegosiasi beberapa kontrak pasokan batu bara. Selain itu, perseroan juga mencari rekanan baru dengan harga yang lebih yang kompetitif.

Sebelum berinvestasi reksadana, ketahuilah dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda untuk mendapatkan kenyamanan dalam memilih produk dan hasil yang maksimal.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(hm)

**

Ingin berinvestasi reksadana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.