Reksadana Hari Ini : IHSG Menguat, Dua Reksadana Saham Syariah Ini Ikut Meroket

Bareksa • 30 Aug 2018

an image
Ilustrasi keuangan, investasi, perbankan, reksadana, tabungan, simpanan syariah dengan prinsip Islam yang digambarkan dengan uang koin dalam kotak kayu dan tasbih. 123rf

Syailendra Sharia Equity Fund dan Bahana Icon Syariah mencetak return 1,23 dan 1,09 dalam sehari pada 29 Agustus 2018

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham

IHSG : 1,27  persen
Indeks Reksadana Saham : -0,44  persen
Semesta Dana Saham : 3,2 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,61 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasi?k Dollar AS : 1,57 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksa Dana Campuran : -0,1 persen
Mandiri Investa Dynamic Balance Strategy : 5,64 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,64 persen
Avrist Balanced – Amar Syariah : 0,07 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,37 persen
Medali Dua : 2,31 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,04 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : 3,24 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,38 persen
Lancar Victoria Merkurius : 0,56 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,31 persen
Bahana Likuid Syariah : 0,47 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 29 Agustus 2018 naik 0,37 persen ke level 6.065,15. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp480 miliar. Benchmark obligasi pemerintah turun ke level 7,94 persen, pada 29 Agustus 2018.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di  marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham syariah yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 29 Agustus 2018 yaitu Syailendra Sharia Equity Fund dan Bahana Icon Syariah.

Syailendra Sharia Equity Fund mampu mencetak return 1,23 persen dalam sehari pada 29 Agustus 2018. Berdasarkan fund fact sheet periode Juni 2018, portofolio investasi reksadana ini di antaranya saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sedangkan Bahana Icon Syariah mencetak return 1,09 persen dalam sehari pada 29 Agustus 2018. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2018, portofolio investasi reksadana ini di antaranya saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), dan Indonesia Kendaraan Terminal.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.