Apakah Investasi Reksa Dana di BukaReksa Aman? Jangan Khawatir, Baca Dulu Ini

Bareksa • 29 Mar 2017

an image
Ilustrasi investasi aman dan terlindungi. Copyright: <a href='https://www.123rf.com/profile_solerf'>solerf / 123RF Stock Photo</a>

Maraknya penipuan berbalut investasi bodong mengharuskan masyarakat waspada sebelum menaruh uang di produk keuangan

Bareksa.com – Maraknya investasi ilegal yang kerap kali terjadi turut menyisakan kekhawatiran dan kewaspadaan (skeptis) terhadap produk keuangan berbalut investasi di tengah masyarakat. Contohnya, 6 perusahaan investasi yang dianggap berpontesi merugikan masyarakat dan melanggar hukum, baru saja ditutup oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK).  (Baca Juga: 6 Investasi Ini Dinyatakan Ilegal, Masyarakat Harus Waspada)

Waspada boleh tetapi bukan berarti masyarakat harus mengurungkan niat untuk mulai menabung atau berinvestasi pada aset keuangan. Sebab, menabung atau investasi ini sangat penting dilakukan oleh setiap individu untuk menunjang kebutuhan keuangannya di masa depan (financial goals)

Dalam hal ini, masyarakat diharapkan lebih jeli atau teliti kembali dalam memilih produk keuangan yang aman agar terhindar dari risiko penipuan investasi bodong. Salah satu pilihan produk investasi yang memiliki legalitas resmi adalah reksa dana. Produk keuangan ini diatur dan diawasi secara ketat oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi kepentingan nasabah (masyarakat). 

Bahkan saat inipun, OJK mulai mengatur dan mengawasi perusahan dan produk keuangan yang berbasis teknologi (FinTech/Financial Technology). Salah satunya seperti produk Reksa Dana CIMB-Principal Bukareksa Pasar Uang yang tersedia pada perusahaan e-commerce ternama Indonesia yakni Bukalapak, melalui fitur BukaReksa, yang merupakan hasil kerja sama dengan Bareksa sebagai agen penjual reksa dana. (baca juga: Mudahnya Bertransaksi Reksa Dana di BukaReksa, Begini Caranya)

Pada Reksa Dana CIMB-Principal Bukareksa Pasar Uang—yang berjenis reksa dana pasar uang—dana masyarakat akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam bentuk aset keuangan berupa deposito dan surat utang yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Pengelolaan reksa dana pasar uang ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 47 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Terbuka. Untuk selengkapnya klik tautan berikut

Selain aman karena diawasi otoritas dan memiliki legalitas hukum, reksa dana ini memiliki risiko yang relatif rendah dengan pergerakan portofolio aset yang stabil dan cenderung meningkat. Risiko rendah ini sifatnya mirip seperti deposito dan surat utang jangka pendek (kurang dari setahun), yang menjadi aset dasar pengelolaan reksa dana ini. 

Hal tersebut bisa dilihat dari pergerakan harian NAB reksa dana CIMB-Principal Bukareksa Pasar Uang yang cenderung meningkat sejak awal peluncurannya pada tanggal 23 Desember 2016. Hingga saat ini (per tanggal 27 Maret 2017) NAB reksa dana ini telah tumbuh 1,55 persen dari Rp1.000 menjadi Rp1.015, seperti yang tampak pada grafik di bawah ini. Artinya, bila kita sudah mulai menyimpan uang sejak saat itu, dana kita pun secara stabil ikut naik seiring dengan pergerakan NAB ini.

Grafik: Pergerakan NAB Reksa Dana CIMB-Principal Bukareksa Pasar Uang

Sumber: Bareksa.com

Secara data historikal, reksa dana ini memang belum memiliki track record (rekam jejak) yang panjang karena usianya baru tiga bulan. Meskipun begitu, potensi bertumbuhnya aset dalam jangka waktu yang relatif panjang dapat terlihat pada indeks reksa dana pasar uang, yang merupakan cerminan dari pergerakan produk-produk reksa dana pasar uang secara keseluruhan. Mari kita lihat data historis ini.

Grafik: Pergerakan NAB Reksa Dana CIMB-Principal Bukareksa Pasar Uang dan Indeks Reksa Dana Pasar Uang

Sumber: Bareksa.com

Seperti yang terlihat pada grafik di atas, sejak awal indeks reksa dana pasar uang dimulai dengan nilai 1.000 pada tanggal 28 Desember 2012, kini per tanggal 27 Maret 2017, nilai tersebut telah tumbuh menjadi 1.236. Artinya, dalam kurun waktu lima tahun mayoritas produk reksa dana pasar uang yang ada menghasilkan return 23,60 persen atau sekitar 4,72 persen per tahunnya. Hasil ini jauh lebih besar dari inflasi tahunan yang terjadi saat ini sebesar 3,83 persen.

Dalam hal ini, ternyata produk reksa dana pasar uang tidak hanya sebagai produk keuangan yang aman saja, akan tetapi berpotensi menguntungkan dengan tingkat return yang lebih besar dari tingkat inflasi. Dengan begitu, kemampuan daya beli kita pun akan tetap terjaga setiap tahunnya. 

Yuk, jangan ragu menyimpan uang pada reksa dana ini. Selain resmi, produk keuangan ini ternyata juga berpotensi menguntungkan. (hm)

**

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.