OJK Luncurkan Roadmap Pasar Modal 2027, Bidik Market Cap Rp15.000 T dan Jumlah Investor 20 Juta

Abdul Malik • 31 Jan 2023

an image
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi (kedua kiri) dalam peluncuran roadmap tersebut di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (31/1/2023). (dok. OJK)

Ini merupakan peta jalan bagi pengembangan ke depan sebagai respons atas berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri pasar modal

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan secara resmi meluncurkan Roadmap (peta jalan) Pasar Modal Indonesia 2023-2027. Langkah itu guna memberikan pedoman arah pengembangan ke depan untuk menciptakan pasar modal yang yang tangguh, stabil dan tumbuh berkelanjutan dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa roadmap ini merupakan peta jalan bagi pengembangan ke depan sebagai respons atas berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri pasar modal termasuk respons dari implementasi Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Misi yang akan diemban selama 5 tahun ke depan yaitu mewujudkan Pasar Modal Indonesia yang dalam, likuid, berdaya saing, terpercaya, serta tumbuh dan berkelanjutan,” kata Inarno dalam peluncuran roadmap tersebut di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (31/1/2023).

Roadmap Pasar Modal 2023 - 2027 mengusung lima pilar pengembangan, yaitu :

1. Akselerasi pendalaman pasar melalui keberadaan variasi produk dan layanan jasa sektor keuangan yang efisien
2. Akselerasi program yang berkaitan dengan keuangan berkelanjutan
3. Penguatan peran pelaku industri dalam pengembangan sektor keuangan yang sejalan dengan best practice dan market conduct
4. Peningkatan serangkaian upaya dalam rangka perlindungan investor
5. Penguatan layanan keuangan digital untuk penguatan kredibilitas sektor keuangan dan peningkatan kepercayaan masyarakat

Untuk mendukung pelaksanaan 5 pilar pengembangan itu, kata Inarno, OJK akan meningkatkan proses bisnis internal dan sinergi kelembagaan, transformasi kelembagaan, serta penguatan teknologi informasi sebagai faktor pendukung (enabler). Penguatan proses bisnis internal dan sinergi kelembagaan diperlukan agar perizinan, pengawasan, dan penegakan hukum dapat berjalan sesuai dengan tata kelola yang baik. 

“Transformasi kelembagaan diperlukan agar organisasi menjadi solid dan dapat menyesuaikan terhadap perubahan. Sementara itu, penguatan teknologi informasi juga menjadi aspek penting dalam rangka menghadapi dan menyesuaikan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan beragam,” Inarno menjelaskan. 

Inarno menyatakan dukungan dan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan dan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait, akan terus ditingkatkan agar pelaksanaan program dan rencana aksi yang tertuang dalam roadmap ini berjalan dengan baik.

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

Kinerja Industri Pasar Modal 

Dalam 5 tahun terakhir pasar modal berhasil menghimpun dana Rp1.082.63 triliun yang berasal dari penawaran umum saham dan obligasi/sukuk. Total nilai aktiva bersih reksadana juga mengalami perkembangan cukup baik yaitu pada akhir 2018 senilai Rp505,39 triliun, kemudian melesat jadi Rp578,44 triliun pada 2021, namun per 30 Desember 2022 sedikit menurun jadi Rp504,86 triliun. 

Sumber : OJK

Jumlah investor juga naik secara signifikan yang tercermin dari total Single Investor Identification (SID). Pada akhir 2018 jumlah investor baru 1,62 juta, kemudian terus bertumbuh hingga menembus 10,31 juta investor per 30 Desember 2022. “OJK akan terus menjaga pencapaian dan stabilitas di pasar Modal dengan senantiasa meningkatkan perlindungan konsumen,” Inarno mengungkapkan. 

Sumber : OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan Ke depan, masih banyak tantangan yang perlu dicermati. Di antaranya risiko stagflasi, stabilitas geopolitik, pelemahan perekonomian global, dan berbagai isu non-perekonomian seperti pandemi Covid-19 dapat yang bisa membebani kinerja Pasar Modal Indonesia. 

“Untuk itu, OJK akan senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, regulator terkait, serta seluruh stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien, serta melindungi kepentingan seluruh pihak,” dia memaparkan.

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

Target 2027

Hingga 2027, OJK menargetkan nilai kapitalisasi mencapai Rp15.000 triliun atau 70% dari produk domestik bruto. Jumlah investor pasar modal dibidik bisa menembus 20 juta SID, jumlah perusahaan tercatat 1.100, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp25 triliun per hari, serta nilai dana kelolaan industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.000 triliun. 

Sumber : OJK

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

(AM)

***

Ingi​n berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.