Maret 2022, Reksadana Jadi Aset Terbesar Asuransi Jiwa

Reksadana menjadi aset yang paling banyak dikoleksi oleh asuransi jiwa dengan nilai Rp162,85 triliun
Abdul Malik • 13 May 2022
cover

Ilustrasi pelaku industri asuransi jiwa yang sedang mengelola asetnya, salah satunya berinvestasi di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dalam pengelolaan aset investasinya, industri asuransi jiwa masih mengandalkan reksadana sebagai aset pilihan investasi untuk mengelola premi nasabah. Hal tersebut setidaknya terlihat dari meningkatnya nilai investasi reksadana dalam portofolio investasi asuransi jiwa.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investasi asuransi jiwa di Indonesia mencapai Rp521,28 triliun per Maret 2022. Nilai tersebut meningkat Rp937,74 miliar (0,18 persen) dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai Rp520,35 triliun.

Adapun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai tersebut meningkat Rp34,12 triliun (7 persen) di mana posisi Maret 2021 senilai Rp487,17 triliun.

Dari jumlah investasi Rp521,28 triliun tersebut, reksadana, saham , dan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi jenis aset yang menjadi favorit bagi asuransi jiwa dengan porsi mencapai double digit.

Reksadana menjadi aset yang paling banyak dikoleksi oleh asuransi jiwa dengan nilai Rp162,85 triliun atau setara 31,24 persen dari jumlah investasi.

Akun

Mar-2022

(Dalam Rp Juta)

Porsi

Deposito Berjangka

30,442,396

5.84%

Sertifikat Deposito

-

0.00%

Saham

137,399,627

26.36%

Obligasi Korporasi

29,007,768

5.56%

MTN

7,709,930

1.48%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI

118,374,838

22.71%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain Negara RI

615,633

0.12%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia

-

0.00%

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga Multinasional

-

0.00%

Reksa Dana

162,846,980

31.24%

Efek Beragun Aset

294,674

0.06%

Dana Investasi Real Estat

13,390

0.00%

REPO

-

0.00%

Penyertaan Langsung

14,082,734

2.70%

Tanah, Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan, untuk Investasi

16,253,490

3.12%

Pembiayaan Melalui Kerjasama dengan Pihak Lain (Executing)

351,101

0.07%

Emas Murni

-

0.00%

Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan

121,336

0.02%

Pinjaman Polis*

2,184,065

0.42%

Obligasi Daerah**

-

0.00%

Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif **

249,697

0.05%

Investasi Lain

1,337,189

0.26%

Jumlah Investasi

521,284,848

100.00%

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berikutnya di urutan kedua terbesar ditempati oleh aset saham dengan nilai Rp137,4 triliun (26,36 persen), disusul oleh SBN di peringkat ketiga dengan nilai Rp118,37 triliun (22,71 persen). Alhasil, jika ketiga jenis aset tersebut ditotal sudah menyumbang lebih dari 50 persen dari total jumlah investasi, tepatnya Rp418,62 triliun (80,31 persen).

Selain aset-aset tersebut, kepemilikan asuransi jiwa pada aset-aset lain nilainya di bawah 6 persen, atau tepatnya bisa dilihat pada tabel tersebut.

Asuransi jiwa adalah salah satu layanan asuransi yang digunakan untuk perlindungan terhadap dampak kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga karena adanya kematian anggota keluarga (tertanggung) yang sebelumnya merupakan tulang punggung bagi keluarga tersebut.

Secara sederhana asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang bertujuan untuk menanggung seseorang atau keluarga terhadap kerugian finansial yang tidak terduga lantaran tertanggung meninggal dunia.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan in
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.