CEO Trimegah AM, Antony Dirga : Jumlah Investor Reksadana Bisa Tembus di Atas 10 Juta

Tren pertumbuhan partisipasi investor ritel di pasar modal akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang, sejalan dengan semakin maraknya platform online yang mendistribusikan reksadana
Abdul Malik • 12 Jan 2022
cover

CEO Trimegah Asset Management, Antony Dirga.

Bareksa.com - Direktur Utama PT Trimegah Asset Management (Trimegah AM), Antony Dirga menilai tren pertumbuhan jumlah investor reksadana akan terus berlanjut di tahun ini.

Sebelumnya, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkan jumlah investor reksadana yang melesat hingga 115,41 persen, dari 3,17 juta investor pada Desember 2020 menjadi 6,84 juta investor pada Desember 2021.

"Kami perkirakan jumlah imvestor reksadana dapat melampaui angka 10 juta di akhir tahun 2022, dan driver utamanya adalah dari segmen milenial," kata Antony kepada Bareksa, Selasa (11/1/2022).

Menurut Antony, tren pertumbuhan partisipasi investor ritel di pasar modal akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang, sejalan dengan semakin maraknya platform online yang mendistribusikan reksadana dan konten edukasi yang konsisten dari para pelaku pasar modal seperti yang dilakukan Trimegah AM.

Selain itu, ia melanjutkan, penggunaan media sosial sebagai sarana utama untuk edukasi dan diskusi investasi selama beberapa tahun terakhir adalah game changer yang akan terus mendukung pertumbuhan partisipasi investor.

Baca juga : Jumlah Investor Reksadana di 2021 Tembus 6,84 Juta, SBN 611 Ribu

Kesadaran Berinvestasi

Merujuk data KSEI, lonjakan jumlah investor reksadana di 2021 naik lebih kencang dibandingkan 2020 yang tumbuh 78,9 persen dari 2019. Jumlah investor reksadana yang hampir menyentuh angka 7 juta investor, bisa dibilang fantastis.

Alasannya, dibandingkan akhir 2019 di mana jumlah investor reksadana masih sebanyak 1,77 juta investor dan saat itu menjelang pandemi Covid-19, maka jumlah investor reksadana di akhir tahun 2021 naik lebih dari 3 kali lipat.

Bahkan, jika dibandingkan 2018 di mana saat itu jumlah investor reksadana masih 995.510, maka per 2021 jumlahnya naik hampir 7 kali lipat. Melesatnya jumlah investor reksadana seiring meningkatnya kesadaran masayarakat untuk berinvestasi selama pandemi Covid-19 dan dukungan digitalisasi di pasar modal.

Lonjakan jumlah investor reksadana juga jadi penopang utama pertumbuhan jumlah investor pasar modal. Pada akhir 2021 jumah investor pasar modal tercatat 7,48 juta atau hampir 7,5 juta, melonjak 92,99 persen dibandingkan akhir 2020 yang tercatat baru 3,88 juta investor.

Baca juga : Jumlah Investor Pasar Modal di 2022 Ditargetkan Tembus 10 Juta SID

Generasi Milenial

Senada dengan Antony, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan generasi muda, yakni generasi milenial dan gen Z menjadi pendorong utama pertumbuhan investor pasar modal termasuk reksadana. Porsi generasi muda ini tercatat mencapai 81,36 persen.

Menurutnya investor muda ini biasanya melek digital sehingga KSEI melakukan pengembangan dari sisi teknologi digital dan pembangunan infrastruktur pasar modal untuk memudahkan kegiatan transaksi secara online. Uriep menjelaskan bukti nyata dari keberhasilan atas terobosan dan inovasi yang telah diselenggarakan KSEI, salah satunya tercermin dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia. 

Simplifikasi pembukaan rekening maupun eASY KSEI turut berperan serta dalam pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, khususnya investor saham yang mengalami pertumbuhan jumlah hingga 100 persen.

Baca juga : Investasi Reksadana Bisa Dapat Hadiah iPad hingga Laptop, Cek di Sini

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.