Jumlah Investor Reksadana di 2021 Tembus 6,84 Juta, SBN 611 Ribu

Lonjakan jumlah investor reksadana menopang pertumbuhan investor pasar modal
Abdul Malik • 11 Jan 2022
cover

Ilustrasi industri reksadana yang terus berkembang dan jumlah investor terus bertambah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Jumlah investor pasar modal pada akhir 2021 mencapai 7,48 juta atau hampir 7,5 juta, melonjak 92.99 persen atau naik hampir dua kali lipat dibandingkan akhir 2020 yang baru 3,88 juta investor. Kenaikan jumlah investor itu semakin kencang dibandingkan 2020 yang tumbuh 56 persen dibandingkan 2019.

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia, lonjakan jumlah investor pasar modal pada 2021 utamanya ditopang oleh meroketnya jumlah investor reksadana yang melesat hingga 115,41 persen dari 3,17 juta investor pada Desember 2020 jadi 6,84 juta investor pada Desember 2021.

Lonjakan jumlah investor reksadana di 2021 naik lebih kencang dibandingkan 2020 yang tumbuh 78,9 persen dari 2019. Jumlah investor reksadana yang hampir menyentuh angka 7 juta investor tersebut juga terbilang fantastis. Sebab dibandingkan akhir 2019 yang sebanyak 1,77 juta investor, saat itu menjelang pandemi Covid-19, maka junlah investor reksadana di 2021 naik lebih dari 3 kali lipat.

Bahkan dibandingkan 2018 di mana saat itu jumlah investor reksadana masih 995.510, maka per 2021 jumlahnya naik hampir 7 kali lipat. Melesatnya jumlah investor reksadana seiring meningkatnya kesadaran masayarakat untuk berinvesrasi selama pandemi Covid-19 dan dukungan digitalisasi di pasar modal.

Lonjakan juga dicatatkan jumlah investor saham (investor C-Best) yang melesat 103,6 persen dari 1,69 juta investor pada Desember 2020 jadi 3,45 juta investor pada Desember 2021. Kenaikan jumlah investor saham juga semakin kencang dibandingkan 2020 yang naik 53,4 peersen dibandingkan 2019 yang sebanyak 1,1 juta investor.

Adapun jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) pada Desember 2021 tercatat melambat hanyak naik 32,7 persen dari 460.372 jadi 611.143 investor. Kenaikan itu melambat jika dibandingkan 2020 yang berhasil melesat 45,57 persen dari 2019 yang sebanyak 316.263 investor.

Sama seperti di reksadana, tren lonjakan jumlah investor saham dan SBN juga ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat berinvestasi, terutama investor ritel dan dukungan pengembangan infrastruktur pasar modal yang semakin memudahkan masyarakat berinvestasi seiring tren perkembangan digital.

Untuk diketahui, masyarakat biasanya berinvestasi tidak hanya di satu instrumen investasi. Umumnya investor saham juga biasanya berinvestasi di reksadana dan SBN, atau investor reksadana biasanya juga investasi di saham dan SBN. 

Sumber : KSEI

Target 2022

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah investor pasar modal yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) bisa mencapai lebih dari 10 juta orang pada 2022. Sosialisasi dan edukasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah investor tersebut.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan, jumlah investor pasar modal, terutama saham meningkat lebih dari 100 persen tahun ini dan menjadi prestasi tersendiri bagi BEI. Prestasi tersebut, menurut Inarno diharapkan bisa berlanjut pada tahun depan. 

"Meski tidak bisa bertumbuh sekencang tahun ini, namun dari sisi absolut diharapkan masih bisa meningkat menjadi lebih dari 10 juta orang,” papar dia dalam acara Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (30/12).

Inarno mengungkapkan, investor pasar modal tersebut paling banyak didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. Lonjakan investor muda ini, menurut Inarno berdampak positif terhadap aktivitas perdagangan harian BEI dengan kontribusi mencapai 56,2 persen atau meningkat dari sebelumnya yang mencapai 48,4 persen.

Generasi Muda

Di sisi lain, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, generasi muda, yakni generasi milenial dan gen Z memang mendominasi jumlah investor pasar modal, yakni mencapai 81,36 persen.

Investor muda ini biasanya melek digital sehingga KSEI melakukan pengembangan dari sisi teknologi digital dan pembangunan infrastruktur pasar modal untuk memudahkan kegiatan transaksi secara online.

Uriep menambahkan, bukti nyata dari keberhasilan atas terobosan dan inovasi yang telah diselenggarakan KSEI, salah satunya tercermin dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia. Simplifikasi pembukaan rekening maupun eASY.KSEI turut berperan serta dalam pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, khususnya investor saham yang mengalami pertumbuhan jumlah hingga 100 persen.

Uriep menyampaikan beberapa pengembangan yang berhasil dilakukan KSEI pada tahun 2021, khususnya yang dapat mendukung beberapa kegiatan di pasar modal Indonesia secara online. Selama 2021, terdapat penambahan 1 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang bekerjasama dengan KSEI, sehingga total terdapat 17 bank yang dapat mendukung pembukaan RDN dalam berinvestasi di pasar modal. 

Adapun jumlah perusahaan efek yang dapat mendukung program simplikasi pembukaan rekening sepanjang tahun 2020 juga bertambah 12 perusahaan. Karenanya, secara total terdapat 31 perusahaan efek yang dapat mendukung proses pembukaan rekening secara online.

Demografi Investor Individu

Sumber : KSEI

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.