Indeks Turun, Reksadana Pendapatan Tetap Sucor AM dan Syailendra Masih Mantap

Sucorinvest Stable Fund dan Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencatat imbal hasil 8,88 persen dan 6,4 persen setahun
Abdul Malik • 11 Jan 2022
cover

Ilustrasi investasi di Surat Berharga Negara (SBN) Ritel termasuk SBR, SR, ST dan ORI, serta reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace finansial dan investasi terintegrasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 10 Januari 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,57 persen
Indeks Reksadana Saham : -1,41 persen
HPAM Ultima Ekuitas 1 : 1,2 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,01 persen
Batavia Dana Saham Syariah : -0,32 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,65 persen
STAR Balanced II : 1,76 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah :-1,13 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : -0,23 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,25 persen
Sucorinvest Stable Fund : 0,56 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,03 persen
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,55 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,23 persen
HPAM Ultima Money Market : 0,53 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,21 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,39 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 10 Januari 2022 turun 0,15 persen ke level 6.691,12. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 10/01/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 6,4 persen, pada 10 Januari 2022.

Ditengah melemahnya IHSG, pasar obligasi masih stabil sehingga kinerja reksadana pendapatan tetap juga terus bertumbuh. Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang.

Di aplikasi reksadana terbaik Bareksa terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 8,88 persen dan 6,4 persen dalam kurun waktu setahun. Dua reksadana itu adalah Sucorinvest Stable Fund dan Syailendra Pendapatan Tetap Premium yang mayoritas isinya obligasi korporasi.

Reksadana Sucorinvest Stable Fund mencetak imbal hasil (return) 8,88 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode November 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi BCOM01, Obligasi INKP01BCN3, Obligasi LTLS03ACN2, Obligasi WSKT03BCN2, TD PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

Sedangkan reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencetak imbal hasil (return) 6,4 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode November 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah BBKP03ASBCN1, BFIN05BCN2, INKP01BCN3, JSMR02ACN1, Link Net Tbk, PTPP02ACN2, SMAR03BCN2, TBIG04BCN2, TBIG04BCN3, dan WIKA02ACN1.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.