Pandemi Belum Usai, Jumlah Investor Pasar Modal Terus Melesat Tembus 7,3 Juta

Jumlah tersebut meroket 89,58 persen dari akhir 2020 yang mencapai 3,88 juta orang
Abdul Malik • 24 Dec 2021
cover

Ilustrasi sejumlah investor sedang memantau portofolio investasinya. Jumlah investor pasar modal terus melesat meskipun pandemi Covid-19 masih belum usai. (Shutterstock)

Bareksa.com - Jumlah investor pasar modal yang terlihat dalam Single Investor Identification (SID) sudah mencapai 7,3 juta orang hingga 17 Desember 2021. Jumlah tersebut meroket 89,58 persen dari akhir 2020 yang mencapai 3,88 juta orang.

Peningkatan jumlah investor pasar modal masih dicatatkan di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai sejak 2020 lalu. Pandemi kini masih mengancam dengan hadirnya varian baru Covid-19 Omicron. Namun minat masyarakat untuk berinvestasi tak lantas surut bahkan terus meningkat di tengah pandemi.

Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Supranoto Prajogo menjelaskan, jumlah jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI.

Pada 17 Desember 2021, jumlah investor reksadana mencapai 6,7 juta orang atau berkontribusi paling besar terhadap keseluruhan jumlah investor pasar modal.

"Jumlah investor reksadana meningkat 111,29 persen dari akhir 2020 yang mencapai 3,17 juta orang," jelas Supranoto dalam keterangan resmi, Jumat (24/12).

Kemudian, investor saham berjumlah 3,4 juta orang atau meningkat 101,19 persen dari akhir 2020 yang mencapai 1,69 juta orang. Lalu, jumlah investor SBN mencapai 607 ribu orang atau meningkat 31,96 persen dari akhir 2020 yang mencapai 460 ribu orang.

Secara detail, investor pasar modal didominasi oleh laki-laki sebanyak 62,55 persen. Kemudian, investor yang berusia di bawah 30 tahun juga mendominasi sebanyak 59,84 persen. Sementara dari sisi pekerjaan, pegawai swasta mendominasi jumlah investor sebanyak 32,88 persen.

Investor lulusan S1 mendominasi jumlah investor sebanyak 58,33 persen. Investor yang berpenghasilan Rp10-100 juta per bulan mendominasi sebanyak 36,25 persen. Lalu, sekitar 68,94 persen investor paling banyak berdomisili di Pulau Jawa.

Supranoto menjelaskan, sebanyak 73,61 persen investor melakukan pembukaan rekening melalui selling agent fintech (financial technology).

"Platform digital memang menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal," ucap dia.

Didominasi Generasi Muda

Di sisi lain, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, generasi muda, yakni generasi milenial dan gen Z memang mendominasi jumlah investor pasar modal, yakni mencapai 81,36 persen. Investor muda ini biasanya melek digital sehingga KSEI melakukan pengembangan dari sisi teknologi digital dan pembangunan infrastruktur pasar modal untuk memudahkan kegiatan transaksi secara online.

Uriep menambahkan, bukti nyata dari keberhasilan atas terobosan dan inovasi yang telah diselenggarakan KSEI, salah satunya tercermin dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia. Simplifikasi pembukaan rekening maupun eASY.KSEI turut berperan serta dalam pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, khususnya investor saham yang mengalami pertumbuhan jumlah hingga 100 persen.

Pada kesempatan yang sama, Uriep juga menyampaikan beberapa pengembangan yang berhasil dilakukan KSEI pada tahun 2021, khususnya yang dapat mendukung beberapa kegiatan di pasar modal Indonesia secara online. Selama 2021, terdapat penambahan 1 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang bekerjasama dengan KSEI, sehingga total terdapat 17 bank yang dapat mendukung pembukaan RDN dalam berinvestasi di pasar modal. 

Adapun jumlah perusahaan efek yang dapat mendukung program simplikasi pembukaan rekening sepanjang tahun 2020 juga bertambah 12 perusahaan. Karenanya, secara total terdapat 31 perusahaan efek yang dapat mendukung proses pembukaan rekening secara online.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.