Saham PGAS Juara Transaksi di Bursa, 8 Reksadana Punya Portofolionya

Saham PGAS menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan di bursa pada perdagangan kemarin dengan nilai Rp578,59 miliar.
Abdul Malik • 24 Nov 2021
cover

Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat (31/8). PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). ANTARA FOTO/Moch Asim

Bareksa.com - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 0,67 persen pada perdagangan Selasa (23/11/2021), harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) justru masih mampu bertahan di zona positif.

Kemarin, saham PGAS ditutup menguat 1,64 persen ke level Rp1.545 per saham. Selain itu, saham emiten yang bergerak bidang transmisi dan distribusi gas bumi ini tercatat menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan kemarin dengan nilai Rp578,59 miliar.

Tak hanya menjuarai nilai transaksi perdagangan, saham PGAS juga menjadi saham yang paling banyak diburu investor asing pada perdagangan kemarin dengan nilai beli bersih (net buy) Rp126,96 miliar.

Menurut analisis Bareksa, saham PGAS mendapatkan apresiasi pelaku pasar seiring dengan kinerja keuangannya yang ciamik hingga kuartal III 2021.

Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal III 2021, PGAS membukukan pendapatan US$790 juta atau naik 15,8 persen dari tahun sebelumnya, dan laba bersih US$90 juta atau naik sampai 92,8 persen dari tahun sebelumnya, meskipun masih turun 33,5 persen dari kuartal II 2021.

Sementara pada sembilan bulan 2021, laba bersih perseroan tumbuh sangat pesat naik 437 persen yoy, antara lain didorong oleh peningkatan signifikan pendapatan join venture serta adanya pembalikan provisi dari sengketa pajak.

Pertumbuhan pendapatan PGAS pada kuartal III 2021, ditopang oleh pendapatan dari bisnis niaga gas yang mengantongi US$573 juta, atau naik 2 persen yoy, transmisi gas dengan pendapatan US$59 juta atau naik 20 persen yoy, dan penjualan migas dengan pendapatan 118 juta atau melesat 181 persen yoy.

Sementara kenaikan laba dikarenakan adanya pembalikan provisi dari sengketa pajak US$65 juta dan adanya peningkatan substansial pada pendapatan JV dari Nusantara Regas US$24,3 juta, melambung 446 persen yoy, dan PSG US$20.1 juta atau naik 167 persen yoy.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham PGAS

Melihat adanya sentiment positif pada saham PGAS, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham PGAS sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 8 produk reksadana yang tercatat memiliki saham PGAS dalam portofolionya. Jenis produk reksadana tersebut terdiri dari 7 reksadana saham dan 1 reksadana campuran.

Reksadana tersebut di antaranya Avrist Equity - Cross Sectoral, BNP Paribas Insfrastruktur Plus, Manulife Saham SMC Plus, MNC Dana Ekuitas, MNC Dana Kombinasi Icon, MNC Dana Syariah Ekuitas, Sucorinvest Equity Fund serta Sucorinvest Sharia Equity Fund.

Setahun terakhir (per 23 November 2021) imbalan tertinggi dibukukan Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan imbal hasil 32,4 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.