Fed Rate Bisa Naik Lebih Cepat Tekan Pasar, Ini Saran Buat Investor Reksadana

Pelemahan IHSG seiring bursa saham global yang tertekan pasca salah satu Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) mengindikasikan jika suku bunga acuan AS (Fed Rate) bisa naik lebih cepat
Abdul Malik • 24 Nov 2021
cover

Ilustrasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Fed Rate) yang berpengaruh terhadap ekonomi dan pasar keuangan global, termasuk IHSG dan reksadana hingga SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar obligasi bergerak lebih stabil dibandingkan pasar saham, ditunjukkan dari pergerakan kinerja reksadana pendapatan tetap yang cenderung stabil.

Menurut analisis Bareksa, imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Indonesia (Surat Berharga Negara/SBN) terbukti lebih minim fluktuasi di tengah kenaikan yield Obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS). Stabilnya harga SBN karena ditopang prospek pemulihan ekonomi dalam negeri serta nilai tukar rupiah yang stabil.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 23/11/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,2 persen, pada 23 November 2021.

Di sisi lain, investor saham kembali melakukan aksi jual dan mendorong pelemahan kinerja reksadana berbasis saham, seperti reksadana saham dan reksadana campuran. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring bursa saham global yang tertekan pasca salah satu Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) mengindikasikan jika suku bunga acuan AS (Fed Rate) bisa naik lebih cepat.

Penaikan Fed Rate yang lebih cepat dinilai berpotensi memperlambat dunia usaha di tengah proses pemulihan ekonomi setelah dihantam pandemi Covid-19. IHSG pada 23 November 2021 melemah 0,68 persen ke level 6.677,88.

Investasi Sekarang

Di tengah fluktuasi pasar saham dan stagnasi pasar obligasi, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja moncer berikut ini :

Hasil 1 Tahun (23 November 2021)

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Stable Fund : 9,09 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 9,14 persen

Reksadana Saham

Sucorinvest Maxi Fund : 22,09 persen
Manulife Saham SMC Plus : 16,85 persen

Reksadana Campuran

Sucorinvest Flexi Fund : 30,91 persen
Manulife Dana Campuran II : 11,58 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu.

Bareksa dan OVO kembali segera memberikan kejutan baru buat smart investor. Sinergi bertajuk #ThREEforGood tersebut akan diumumkan pada Kamis, 25 November 2021 pukul 10.00 WIB.

Pantengin akun resmi media sosial Bareksadi Youtube dan Instagram, Hidupkan notifikasinya di link berikut ya : https://www.youtube.com/watch?v=USamP69yaLw

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.