IHSG Catat Rekor, Investor Reksadana Perlu Waspadai Aksi Ambil Untung

Terutama karena mayoritas bursa saham Asia hari ini dibuka melemah akibat potensi perlambatan ekonomi China
Abdul Malik • 22 Nov 2021
cover

Ilustrasi manajer investasi sedang mengelola portofolio investasi reksadana yang dia kelola agar kinerjanya optimal. (Shutterstock)

Bareksa.com - Optimisme investor menjelang akhir tahun mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level tertinggi sepanjang sejarah dan menopang kenaikan reksadana saham dan reksadana indeks.

Menurut analisis Bareksa, investor reksadana perlu tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung oleh investor di pasar saham. Terutama karena mayoritas bursa saham Asia hari ini dibuka melemah akibat potensi perlambatan ekonomi China, sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 19 November 2021 naik 1,26 persen ke level 6.721,26, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Di sisi lain, analisis Bareksa melihat likuiditas perbankan saat ini sedang cukup tinggi. Artinya bank memiliki dana berlebih dalam jangka pendek.

Biasanya dana tersebut digunakan bank untuk membeli Obligasi Negara (Surat Berharga Negara/SBN) dan mempengaruhi kenaikan harga SBN serta menopang penguatan mayoritas reksadana pendapatan tetap.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 19/11/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tetap di level 6,2 persen, pada 19 November 2021.

Di tengah tren kenaikan pasar saham dan potensi di pasar SBN, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja memuaskan berikut ini :

Imbal Hasil 1 Tahun (per 19 November 2021)

Reksadana Saham

Manulife Saham SMC Plus : 19,32 persen
Sucorinvest Equity Fund : 18,04 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 10,3 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 6,66 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Bond Fund : 7,63 persen
TRIM Dana Tetap 2 : 5,7 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.