Penjualan Mobil Meroket Dongkrak Saham Astra, 50 Reksadana Punya Portofolio ASII

Investor asing sangat dominan memborong saham ASII, pangsa pasar mobil Astra melesat jadi 65 persen pada September 2021
Abdul Malik • 14 Oct 2021
cover

Model berfoto saat peluncuran mobil Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, di pabrik PT Astra Daihatsu Motor, Karawang, Jawa Barat. Kedua mobil yang termasuk kategori low cost green car (LCGC) tersebut diproduksi di bawah PT Astra International Tbk (ASII). ANTARA FOTO/Audy Alwi

Bareksa.com - ​Pada perdagangan Rabu (13/10/2021), harga saham PT Astra International Tbk (ASII) meroket 6,8 persen ke level Rp6.275 per saham. Kemudian saham ASII juga menempati peringkat keempat saham yang paling banyak ditransaksikan di bursa dengan nilai Rp884,85 miliar.

Investor asing juga sangat dominan dalam memborong saham ASII dengan catatan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp431,20 miliar. Nilai tersebut menempatkan saham ASII menjadi saham kedua yang paling banyak dibeli asing dibandingkan seluruh saham lain di bursa pada perdagangan kemarin.

Menurut analisis Bareksa, antusiasme pelaku pasar dalam memborong saham ASII dipengaruhi oleh kinerja operasionalnya yang menunjukkan hasil positif.

Penjualan segmen otomotif ASII pada periode Januari-September 2021 berhasil tumbuh positif. ASII berhasil mencatatkan penjualan mobil sebanyak 343.837 unit dari periode Januari-September 2021.

Realisasi ini melesat 78,87 persen dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni hanya sebanyak 192.217 unit. Capaian penjualan ini juga melebihi seluruh penjualan pada tahun lalu yang mencapai 270.076 unit.

Pada September 2021, penjualan mobil ASII tercatat 54.328 unit. Pencapaian penjualan itu tumbuh 110,58 persen dari periode September 2020 sebesar 25.799 unit.

Sementara itu, penjualan mobil LCGC Astra mencapai 85.111 unit hingga September 2021. Penjualan mobil LCGC itu naik 45,06 persen dari periode sama tahun sebelumnya 46.753 unit.

Pada September 2021, penjualan mobil LCGC Astra tercatat 13.499 unit dari periode September 2020 sebesar 10.071 unit.

Adapun pangsa pasar mobil Astra melesat jadi 65 persen pada September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya 53 persen. Demikian juga hingga September 2021, pangsa pasar mobil Astra tercatat 55 persen.

Pangsa pasar mobil LCGC Astra tercatat 97 persen pada September 2021 dan hingga September 2021 sebesar 77 persen.

“Peningkatan penjualan mobil di tingkat wholesales pada September menunjukkan penambahan stok mobil di level diler untuk mengantisipasi peningkatan permintaan mobil dari konsumen setelah relaksasi PPnBM 100 persen diperpanjang hingga akhir tahun ini,” ujar Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto dalam keterangan tertulis.

Ia mengharapkan, minat konsumen akan terus tumbuh dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham ASII

Adanya sentimen positif terhadap saham ASII, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya?

Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham ASII sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 50 produk reksadana yang tercatat memiliki saham ASII dalam portofolionya. Jenis produk reksadana tersebut juga beragam mulai dari reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana indeks.

Reksadana tersebut di antaranya Avrist Ada Saham Blue Safir, Bahana Dana Prima, BNP Paribas Spektra, Schroder Dana Prestasi Plus, Eastspring Investment Alpha Navigator Kelas A, Majoris Saham Alokasi Dinamik Indonesia, Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus, Mega Asset Greater Infrastructure, hingga Manulife Dana Saham Kelas A dan TRIM Kapital Plus.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.