Pasar Saham dan Obligasi Bergairah, Kinerja Reksadana Ini Mantul

Saham perbankan dengan kinerja keuangan yang baik, dinilai masih murah, serta berkapitalisasi besar yang diburu investor menjadi salah satu penopang utama kenaikan mayoritas kinerja reksadana saham dan reksadana indeks
Abdul Malik • 13 Oct 2021
cover

Ilustrasi investor yang sedang memantau perkembangan pasar saham atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), SBN, harga minyak hingga emas, yang berpengaruh terhadap investasinya di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan menanti rilis kinerja keuangan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode kuartal III 2021.

Menurut analisis Bareksa, saham perbankan dengan kinerja keuangan yang baik, dinilai masih murah, serta berkapitalisasi besar yang diburu investor menjadi salah satu penopang utama kenaikan mayoritas kinerja reksadana saham dan reksadana indeks. IHSG pada 12 Oktober 2021 naik 0,41 persen ke level 6.486,27.

Kondisi serupa dicatatkan pasar obligasi. Setelah cenderung melemah sepekan terakhir, mayoritas harga Obligasi Negara (Surat Berharga Negara) menguat dan menopang kenaikan sejumlah reksadana pendapatan tetap. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 12/10/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,4 persen pada 12 Oktober 2021.

Beberapa pekan ke depan, pasar obligasi domestik masih akan dipengaruhi oleh sentimen rencana pengetatan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menekan harga obligasi. Meski begitu, prospek perbaikan ekonomi dalam negeri diharapkan mampu meminimalisir dampak tersebut.

Di tengah bergairahnya pasar saham dan obligasi, investor dengan profil risiko agresif bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham perbankan dan berkapitalisasi besar (big caps) yang terus menanjak.

Serta investor profil risiko moderat bisa melirik reksadana pendapatan berkinerja mantul berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 12 Oktober 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Sharia Equity Fund : 66,19 persen
BNI-AM Inspiring Equity Fund : 18,03 persen

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 17,73 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 17,64 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Kehati Lestari Kelas G : 6,63 persen
Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A : 6,27 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.