Hingga Akhir Tahun, Kelolaan Reksadana Saham Diprediksi Terus Tumbuh

Peningkatan dana kelolaan reksadana pada September 2021 disebabkan oleh kenaikan harga saham yang cukup signifikan
Abdul Malik • 12 Oct 2021
cover

Ilustrasi investasi dan dana kelolaan reksadana yang terus bertumbuh. (Shutterstock)

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksadana pada September 2021 mencapai Rp551,76 triliun.

Perolehan dana kelolaan tersebut banyak ditopang oleh reksadana saham yang mencapai Rp129,58 triliun atau berkontribusi 23,49 persen dari total dana kelolaan. Sampai akhir tahun, dana kelolaan reksadana saham diprediksi akan terus meningkat.

Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto menjelaskan, peningkatan dana kelolaan reksadana pada September 2021 disebabkan oleh kenaikan harga saham yang cukup signifikan pada bulan lalu. Kinerja pasar saham yang mulai membaik ini memacu minat beli dari investor institusi dan investor ritel.

"Kenaikan ini tampaknya masih berlanjut pada Oktober dan seharusnya berdampak positif terhadap kenaikan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana," jelas dia di Jakarta, dikutip Selasa, (12/10).

Sampai akhir tahun, menurut Rudiyanto, peningkatan dana kelolaan reksadana, khususnya reksadana saham masih akan berlanjut. Kendati, sentimen yang mempengaruhi pasar saham berubah dengan sangat cepat.

Meski begitu, Rudiyanto berharap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melampaui level 6.700 pada tahun ini. Peningkatan IHSG ini bisa mendorong peningkatan kinerja reksadana saham.

Didorong Penguatan IHSG dan Produk Baru

Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayatna menjelaskan, peningkatan dana kelolaan reksadana didorong oleh penguatan IHSG. Di samping itu, terdapat penerbitan produk baru yang mendorong penambahan dana kelolaan reksadana terproteksi.

Sampai akhir tahun, Wawan menilai, dana kelolaan reksadana saham akan terus meningkat. Ini ditopang oleh minat berinvestasi pada reksadana saham yang cenderung tinggi menjelang akhir tahun.

Di sisi lain, Head of Investment PT Avrist Asset Management Ika Pratiwi Rahayu mengungkapkan, pergerakan pasar saham yang positif pada September 2021 menjadi faktor pendorong pertumbuhan dana kelolaan reksadana. Selain itu juga terdapat peluncuran produk baru untuk reksadana pendapatan tetap dan reksadana terproteksi.

Dia menjelaskan, memasuki kuartal IV 2021, IHSG secara historis cenderung menguat pada bulan Oktober dan Desember. Menurut dia, reksadana saham akan bertumbuh positif mengikuti pergerakan IHSG. Pada akhir tahun, IHSG akan berada di kisaran 6.450-6.700. 

Adapun faktor yang mendukung kenaikan IHSG adalah kasus Covid-19 yang menurun, pembukaan aktivitas ekonomi secara bertahap, serta kenaikan harga komoditas. 

"Namun perlu diwaspadai, rencana tapering The Fed pada November atau Desember serta dampaknya terhadap rupiah dan koreksi komoditas logam, indikasi perlambatan ekonomi China serta kasus Evergrande," ucap dia.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.