Pasar Saham dan Obligasi Stagnan, Reksadana Ini Tahan Banting

IHSG kemarin melemah tipis tertekan aksi ambil untung, setelah sepekan sebelumnya menguat hingga 3 persen ke level tertinggi sejak awal tahun
Abdul Malik • 08 Oct 2021
cover

Ilustrasi investor yang memantau perkembangan investasinya di reksadana dan SBN yang terus bertumbuh saat pasar saham, yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergejolak. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks menurun seiring pasar saham nasional yang melemah akibat tertekan aksi jual (profit taking) investor.

Pelemahan itu setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan hingga 3 persen ke level tertinggi sejak awal 2021. Indeks saham nasonal pada 07 Oktober 2021 turun tipis 0,01 persen ke level 6.416,4.

Meski begitu, menurut analisis Bareksa, investor asing masih memburu saham dengan kinerja keuangan serta prospek yang dinilai baik (saham bluechip) di IHSG.

Senada, pasar obligasi cenderung bergerak stagnan, dengan pelemahan tipis pada mayoritas kinerja reksadana pendapatan tetap.

Pelemahan itu akibat sentimen perbaikan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang mendorong kenaikan potensi pengurangan program pembelian obligasi oleh Bank Sentral Negeri Paman Sam (The Fed), juga menopang penguatan imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS.

Hal ini turut mempengaruhi pelemahan harga obligasi global, termasuk Indonesia.

Di tengah pasar saham yang turun tipis dan stagnasi pasar obligasi, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang kinerjanya tahan banting berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 7 Oktober 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Sharia Equity Fund : 69,47 persen
TRAM Consumption Plus Kelas A : 22,02 persen

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 16,55 persen
RHB SRI KEHATI Index Fund : 16,63 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Stable Fund : 9.28 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 7,27 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.