Investasi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh, Reksadana Penopang Terbesar

Abdul Malik • 27 May 2021

an image
Ilustrasi perkembangan industri reksadana dan pertumbuhan investasi di reksadana. (Shutterstock)

Investasi industri asuransi jiwa tumbuh 15,63 persen secara tahunan jadi Rp487,6 triliun

Bareksa.com - Dana kelolaan investasi industri asuransi jiwa di tahun ini diprediksi mulai membaik seiring kondisi pasar modal yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hingga kuartal I 2021, tren kenaikan dana kelolaan sudah tampak.

Melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2021, investasi industri asuransi jiwa tumbuh 15,63 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp487,6 triliun. Di periode yang sama tahun sebelumnya, investasi industri tercatat Rp421,3 triliun.

Dari data tersebut, kontribusi terbesar berasal dari instrumen investasi reksadana yang nilainya mencapai 34 persen dari total investasi. Disusul instrumen saham yang memiliki kontribusi sekitar 28 persen terhadap total investasi industri asuransi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan tren kenaikan ini masih dapat berlanjut hingga akhir tahun. Optimisme itu datang karena beberapa sektor bisnis mulai berjalan normal seiring dengan program vaksinasi dari pemerintah.

"Namun di kuartal II ini kemungkinan bisa turun karena IHSG juga turun di periode ini,” ujar Togar dilansir Kontan.co.id (26/5/2021).

Meskipun optimistis investasi bisa meningkat, Togar mengakui masih ada kemungkinan kondisi bisa berbalik seperti saat awal-awal pandemi. “Kalau pandemi Covid-19 ini malah justru semakin banyak yang terdampak,” tambah Togar.

Dana Kelolaan Reksadana

Untuk diketahui, laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dana kelolaan reksadana yang dijual kepada publik tercatat Rp568 triliun, naik 0,37 persen secara bulanan dibandingkan Maret 2021 yang senilai Rp565,9 triliun.

Namun sepanjang tahun berjalan (YtD), kelolaan reksadana April 2021 turun 1 persen dibandingkan Desember yang senilai Rp573,5 triliun. Namun secara tahunan (YoY) melesat 19 persen.

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021

Kelolaan reksadana yang masih menurun secara YtD, senada dengan unit penyertaannya yang juga berkurang 0,99 persen sepanjang tahun berjalan jadi 430,8 miliar unit. Adapun jumlah produk reksadana tercatat meningkat 0,48 persen jadi 2.281 produk.

Secara bulanan, jumlah unit penyertaan reksadana menurun 1 persen. Kondisi ini bisa dimaklumi karena masyarakat biasanya melakukan pencairan reksadana (redemption) untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Dengan begitu, dana kelolaan reksadana yang secara bulanan bertambah, namun unit penyertaan menurun, menandakan kenaikan kelolaan pada April 2021 ditopang oleh meningkatnya nilai aset dalam portofolio reksadana.

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2021

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari 9 tipe reksadana yang ada, 6 di antaranya mencatatkan kenaikan AUM, sementara 3 tipe lainnya mengalami penurunan asset under management (AUM) atau dana kelolaan.

Tipe Reksadana

AUM Mar-21 (Rp triliun)

AUM Apr-21 (Rp triliun)

Pertumbuhan (Rp miliar)

Capital Protected Fund

 142.32

 138.49

 (3,825.88)

Equity Fund

 123.71

 127.36

 3,648.37

Exchanged Traded Fund

 14.95

 14.99

 39.58

Fixed Income Fund

 139.13

 140.83

 1,699.00

Global Fund

 16.32

 15.53

 (784.03)

Index Fund

 9.97

 9.39

 (580.20)

Mixed Asset Fund

 25.73

 25.89

 166.99

Money Market Fund

 91.60

 93.35

 1,748.37

Sukuk Based Fund

 2.15

 2.19

 36.50

Total

 565.87

 568.02

 2,148.69

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat reksadana saham tercatat mengalami kenaikan AUM terbesar senilai Rp3,65 triliun jadi Rp127,36 triliun. Kenaikan dana kelolaan tertinggi berikutnya dibukukan reksadana pasar uang yang bertambah Rp1,74 triliun dari sebelumnya Rp91,6 trilun pada Maret jadi Rp93,35 triliun pada April.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.