Pasar Januari Tertekan, Jumlah Investor Reksadana Justru Melesat Tembus 3,5 Juta

Hanum Kusuma Dewi • 09 Feb 2021

an image
Ilustrasi sejumlah investor milenial sedang melakukan transaksi investasi di reksadana menggunakan ponsel. (Shutterstock)

Lonjakan jumlah investor reksadana juga tertinggi mencapai 78,38 persen pada Desember 2020 dibandingkan akhir 2019

Bareksa.com - Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Supranoto Prajogo menyatakan jumlah investor investor reksadana mencapai 3,5 juta orang pada Januari 2021. Angka itu meningkat 10,7 persen atau bertambah sekitar 340.000 hanya dalam 1 bulan, dibandingkan Desember 2020 yang mencapai 3,16 juta orang.

Melesatnya jumlah investor tersebut, utamanya ditopang oleh keberadaan perusahaan teknologi finansial (fintech). Menurut Supranoto, pandemi Covid-19 telah mendongkrak frekuensi transaksi reksadana dari sebelumnya hanya mencapai 500-800 ribu per hari. Saat ini frekuensi transaksi reksadana sudah mencapai 1-2 juta transaksi per hari.

"Adanya fintech mengakselerasi banyak hal, termasuk transaksi di pasar modal," ujar Supranoto di Jakarta, pekan lalu. 

Melonjaknya jumlah investor reksadana seiring meroketnya jumlah investor pasar modal yang mencapai 4,2 juta investor atau naik 8,83 persen dibandingkan Desember 2020. Investor saham juga melesat 18,75 persen atau bertambah 300.000 dari 1,6 juta investor pada Desember 2020 jadi 1,6 juta investor di Januari 2021.

Meroketnya jumlah investor pada Januari 2020 cukup membanggakan karena menandakan animo investor untuk berinvestasi di pasar modal semakin membludak. Apalagi sepanjang Januari 2021 kinerja pasar saham dan reksadana justru mengalami tekanan.

Di awal bulan lalu, IHSG memang sempat tancap gas dengan penguatan 7,63 persen sepanjang tahun berjalan (YtD) per 13 Januari 2021. Namun semuanya buyar karena IHSG mengalami penurunan beruntun selama 7 hari perdagangan sejak 21 Januari 2021. Akhirnya IHSG menutup Januari 2021 dengan koreksi 1,95 persen YtD.

Seiring koreksi IHSG, kinerja mayoritas indeks reksadana juga mengalami tekanan. Tercatat 6 dari 8 indeks reksadana di Bareksa mencatatkan kinerja negatif. Penurunan terdalam dicatatkan indeks reksadana saham yang anjlok 3,38 persen dan indeks reksadana saham syariah ambles 3,03 persen.

Sumber : Bareksa

Data Jumlah Investor Desember 2020

Menurut data KSEI, jumlah investor pasar modal sepanjang 2020 yang merupakan tahun pandemi Covid-19 melonjak hingga 55,83 persen jadi 3,87 juta dibandingkan akhir 2019 yang sebanyak 2,4 juta. Lonjakan jumlah investor tersebut bahkan tertinggi dalam 3 tahun terakhir atau sejak 2017.

Dari angka tersebut jumlah investor C-BEST juga meroket 52,88 persen jadi 1,68 juta. Lonjakan tertinggi dibukukan jumlah investor reksadana yang mencapai 78,38 persen dari 1,77 juta pada akhir 2019 jadi 3,16 juta pada Desember 2020.

Jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) juga melesat 45,46 persen dari 316.263 pada Desember 2019 jadi 460.041 pada Desember 2020.

Menurut KSEI, dari total jumlah investor di pasar modal, sebanyak 3,87 juta merupakan investor ritel atau menyumbang 99,1 persen, dan investor institusi hanya 32.464 atau menyumbang kurang dari 1 persen.

Dari angka tersebut, lebih dari 50 persen investor memiliki rekening di agen penjual fintech, atau tepatnya 54,52 persen. Rinciannya sebanyak 2,11 juta merupakan investor individual atau ritel dan hanya 157 investor institusi.

Sumber : KSEI

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.