Hari Pertama Perdagangan 2019, Enam Saham Langsung Sentuh High Limit

Bareksa • 02 Jan 2019

an image
Sejumlah orang mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG turun dengan sejumlah saham berkapitalisasi besar melemah. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Sebagian besar di antaranya naik tak sampai setengah hari perdagangan

Bareksa.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham untuk periode tahun 2019, hari ini (Rabu, 2 Januari 2018). Tak sampai setengah hari, enam saham tercatat menyentuh batas atas kenaikan (high limit).

Saham-saham itu antara lain PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), PT Inter Delta Tbk (INTD), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Global Teleshop Tbk (GLOB), PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), dan PT Onix Capital Tbk (OCAP).

Masing-masing, SKRN naik 24,45 persen ke level Rp565, INTD naik 25 persen menjadi Rp300, kemudian PEHA naik 24,91 persen menjadi Rp3.510, GLOB naik 24,69 persen ke level Rp404, CANI naik 25 persen menjadi Rp330, dan OCAP naik 24,82 persen menjadi Rp342.

Meski begitu, di antara saham-saham tersebut, setidaknya hanya tiga saham yang menguat dengan dukungan transaksi yang cukup besar. Salah satunya adalah SKRN.

Volume transaksi saham SKRN mencapai 221.755 lot dengan frekuensi 3.180 kali bernilai Rp11,72 miliar. Sempat dibuka stagnan dengan level penutupan akhir tahun 2018, saham SKRN secara perlahan terus menguat dan menembus batas atas kenaikan Rp565.

Pada level batas atas itu pula, saham SKRN paling banyak ditransaksikan dengan frekuensi 415 kali bernilai lebih dari Rp2,6 miliar.

Pergerakan Intraday Saham SKRN Hingga Pukul 11:12 WIB Perdagangan Senin, 2 Januari 2018

 

Sumber: Bareksa.com

Meski begitu, sebenarnya saham SKRN di sepanjang 2018 lalu dalam tren melemah. IPO pada 11 Oktober 2018 dengan harga perdana Rp700, saham SKRN sempat menyentuh level tertinggi Rp1.310 sebelum akhirnya terus bergerak turun dan menutup akhir tahun ke level Rp454.

Selain SKRN, saham INTD juga menyentuh batas atas dengan volume dan frekuensi yang cukup baik. Transaksinya mencapai 10.920 lot dengan frekuensi 242 kali bernilai Rp323 juta. Seperti SKRN, saham INTD juga sempat dibuka stagnan sebelum akhirnya bergerak naik hingga Rp300.

Adapun level Rp300 menjadi yang paling banyak ditransaksikan dengan frekuensi 154 kali bernilai Rp215 juta.

Di sisi lain, saham PEHA yang merupakan pendatang baru terakhir di 2018 telah memasuki hari ke empat perdagangan dengan menyentuh batas atas kenaikan harga. Pada hari ini, saham PEHA menguat 24,91 persen ke level Rp3.510 dengan volume 5.515 lot dengan frekuensi 205 kali bernilai lebih dari Rp1,9 miliar.

Hanya saja, dalam transaksi saham PEHA hanya membentuk dua harga yakni Rp3.500 dan Rp3.510. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.