Pernah Masuk Klub Gocap 2017, Apa Nasib 7 Saham Ini Sekarang?

Bareksa • 07 Dec 2018

an image

Saham ABBA, FREN, SRSN, TAXI dan TRIL berada di posisi Rp50 pada akhir 2017

Bareksa.com – Memasuki bulan terakhir tahun ini, beberapa saham gocap atau Rp50 per saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tercatat pada akhir 2017, telah berhasil keluar. Selain terus bergerak, beberapa di antaranya bahkan sudah dihapus dari catatan (delisting) dan berada dalam status suspensi.

Pada akhir tahun 2017, anggota saham gocap berjumlah 32 emiten. BEI mencatat sebanyak lima saham yang pada akhir tahun 2017 merupakan anggota gocap sudah bergerak naik. Di antaranya adalah PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) – dalam status suspensi, dan PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL).

Selain itu, BEI telah menghapus dua saham anggota gocap akhir 2017. Mereka adalah PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). DAJK efektif terkena delisting pada 18 Mei 2018, sementara TRUB pada 12 September 2018.

Dengan melihat data tersebut, mari kita lihat kembali bagaimana pergerakan saham-saham yang sudah berhasil keluar dari anggota gocap tersebut.

ABBA

Sepanjang tahun ini, saham ABBA bertahan di level Rp50 hingga 3 April 2018. Setelah periode itu, ABBA mulai bergerak naik dan menyentuh level Rp97 pada 6 April 2018 sebelum akhirnya kembali turun ke level Rp50 mulai 22 Juni 2018 hingga 6 September 2018.

Namun, ABBA langsung melesat naik ke Rp67 pada 10 September 2018 dan terus naik hingga ke level tertingginya Rp204 pada 26 September 2018, sebelum akhirnya terus bergerak turun dan bertengger pada level Rp100 pada 6 Desember 2018.

Pergerakan Saham ABBA Periode 29 Desember 2017 – 6 Desember 2018

Sumber: Bareksa.com

FREN

Hampir sama dengan ABBA, saham FREN sejak akhir tahun 2017 bertahan pada level Rp50 dan tetap tidur hingga 10 April 2018. Hingga pada 12 April 2018, saham FREN tiba-tiba melesat naik ke level Rp67 dan terus berfluktuatif mencapai level tertingginya Rp163 pada 31 Juli 2018.

Sayang, sejak menyentuh level tertingginya itu, FREN terus bergerak turun dan berada pada level Rp78 pada 6 Desember 2018.

Pergerakan Saham FREN Periode 29 Desember 2017 – 6 Desember 2018

Sumber: Bareksa.com

SRSN

Senada, saham SRSN juga mulai bergerak pada pertengahan April 2018. Sejak akhir tahun 2017, saham SRSN bertahan di level Rp50 sampai 9 April 2018.

Gerakan saham SRSN mulai pada 10 April 2018 saat harganya langsung naik ke level Rp55 dan terus bergerak naik hingga level tertingginya Rp89 pada 12 April 2018. Sejak saat itu, saham SRSN terus bergerak dan menutup perdagangan 6 Desember 2018 pada level Rp64.

TAXI

Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, saham TAXI sudah keluar dari anggota gocap sejak 30 Januari 2018 saat harganya naik menjadi Rp56. Namun hingga 13 Maret 2018, harga saham TAXI hanya naik-naik tipis dengan level tertinggi Rp67 pada 26 Februari 2018.

Namun, pada 14 Maret 2018, TAXI langsung melaju ke level Rp74 dan terus naik membuka level tertinggi baru Rp204 pada 26 Maret 2018. Sayang, sejak saat itu, TAXI meluncur turun dan mentok pada level Rp90 per 22 Juni 2018 bertepatan dengan berlakunya status suspensi dari BEI hingga saat ini.

TRIL

Saham TRIL sejak awal tahun ini sampai 5 April 2018 beberapa kali menyembul ke level Rp51 sebelum akhirnya naik ke Rp56 pada 6 April 2018. Setelah periode ini, TRIL melesat naik hingga Rp135 pada 11 April 2018.

Seperti empat saham sebelumnya, TRIL juga bergerak turun setelah menyentuh level tertingginya itu. Hingga akhirnya, posisi TRIL per 6 Desember 2018 ada pada level Rp51. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.